Connect with us

Peristiwa

Gunung Sinabung 2 Kali Erupsi Sore ini, Luncuran Awan Panas Capai 2 KM

“Selain guguran awan panas, aktivitas Sinabung juga didominasi oleh gempa guguran,”

Diterbitkan

on

sinabung 2 kali erupsi (suara pakar)
Erupsi Sinabung yang terjadi Rabu (3/3/2021) sore. (Foto : Istimewa)

Suarapakar.com – Gunung Sinabung masih terus menunjukkan aktivitas erupsi dan kegempaannya. Bahkan, hari ini Gunung Sinabung 2 kali erupsi dengan mengeluarkan guguran awan panas mencapai 2.000 meter (2 KM), Rabu (3/3/2021) sore.

Petugas Pos Pengamat Gunung Sinabung, Armen Putra mengatakan, hingga Rabu sore, Gunung Sinabung sudah dua kali mengalami erupsi guguran awan panas.

“Selain guguran awan panas, aktivitas Sinabung juga didominasi oleh gempa guguran,” katanya.

Armen menuturkan, untuk erupsi kedua Gunung Sinabung terjadi sekitar pukul 15.03 WIB dengan jarak luncur teramati 2.000 meter (2 KM) mengarah ke sektor Timur – Tenggara.

“Hujan abu ada yang sekitaran ke arah Barat. Sampai saat ini atas puncaknya masih tertutup kabut,” ucapnya.

Baca juga: Di Tengah Kabut Tebal, Gunung Sinabung Kembali Erupsi

Gunung Sinabung Masih Berpotensi Terjadi Guguran Awan Panas dan Erupsi

Melihat masih tingginya aktivitas Sinabung, Armen memprediksi Sinabung masih sangat berpotensi terjadi awan panas guguran dan erupsi. “Sampai saat ini kita melihat untuk Gunung Sinabung masih sangat berpotensi terjadi awan panas dan erupsi,” terang Armen.

Pada Rabu pagi tadi, dari pantauan seismograf di Pos Pantau Gunung Sinabung, tercatat erupsi terjadi sekitar pukul 08.52 WIB dengan arah angin ke Barat. Namun, jauhnya guguran awan panas tidak dapat teramati karena kawasan Gunung Sinabung tertutup kabut tebal dan erupsi ini terekam dengan amplitudo 120 mm dengan durasi selama 332 detik dengan embusan angin ke arah Barat.

Sementara itu, pada Selasa (2/3/2021) kemarin pada pukul 07.07 WIB terjadi awan panas guguran akibat kubah lava yang membeku di puncak Gunung Sinabung dengan jarak luncuran 2.000 meter (2 KM) kearah Tenggara – Timur.

Kemudian pada pukul 07.11 WIB terjadi awan panas guguran akibat kubah lava yang membeku di puncak Gunung Sinabung dengan jarak luncuran 3.000 meter (3 KM) kearah Tenggara – Timur.

Terakhir, pukul 07.15 WIB terjadi erupsi diikuti awan panas guguran akibat kubah lava yang membeku di puncak Gunung Sinabung dengan jarak luncuran 4.500 meter (4,5 KM) kearah Tenggara – Timur dengan tinggi kolom 5.000 meter (5 KM).

Bahkan, dari catatan Pos Pantau Gunung Sinabung telah terjadi 13 kali luncuran awan panas. Di mana, itu terjadi pada pukul 06.42 WIB hingga pukul 08.08 WIB.

Dari laporan yang diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo pascaerupsi Selasa kemarin telah menerima ada empat kecamatan yang terkena dampak dari abu vulkanik Sinabung.

“Sampai saat ini laporan yang kita terima sudah ada empat kecamatan yang terkena dampak akibat abu vulkanik Sinabung pascaerupsi tadi pagi yaitu Kecamatan Tiganderket sebanyak 17 Desa, Kecamatan Kutabuluh 8 Desa, Kecamatan Tigabinanga 15 Desa dan Kecamatan Lau Baleng,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo, Natanail Perangin-angin, Selasa (2/3/2021).

Reporter : Jafar Wijaya

Berita Populer