Connect with us

Nasional

Gubsu Instruksikan Galian C Milik CV ATIK Litur di Langkat Ditutup

“Inilah kita ini susah sekali diatur, untuk menyampaikan kebenaran itu susah, yang salah untuk dibenarkan juga susah, itulah untuk itu perlunya adanya kalian wartawan,”

Gubsu Instruksikan Galian C Milik CV ATIK Litur di Langkat Ditutup (suara pakar)
Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi. (Foto: Alfiansyah/Suara Pakar)

Suarapakar.com – Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi tegaskan untuk tutup aktivitas Galian C milik CV ATIK Litur yang diduga beroperasi tak sesuai titik koordinat perizinan di kawasan aliran sungai Batang Serangan, Langkat.

Gubsu menegaskan untuk menutup galian C milik CV ATIK Litur yang telah merugikan masyarakat dan ekosistem lingkungan dilokasi tersebut.

“Tutup, enggak ada alasan. Pasti akan kita tutup,” ungkapnya, Rabu (7/7/2021).

Ia juga meminta kepada wartawan untuk terus memberitakan terkait aktivitas tambang ilegal yang ada disana.

“Wartawan bunyi, tutup perbuatan-perbuatan yang salah. Instruksikan pasti akan kita tutup. Inilah kita ini susah sekali diatur, untuk menyampaikan kebenaran itu susah, yang salah untuk dibenarkan juga susah, itulah untuk itu perlunya adanya kalian wartawan,” katanya.

Diketahui, sampai saat ini aktivitas Galian C masih terlihat menjamur di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Serangan, Kabupaten Langkat. Bahkan disinyalir, pengelola Galian C mengabaikan ekosistem lingkungan sekitar. Padahal terdapat ada lahan perkebunan masyarakat.

Sementara itu, salah seorang warga, Tugimin merasa dirugikan dengan adanya aktivitas Galian C di sekitar Desa Sei Litur Tasik, terutama yang dioperasikan CV. ATIK Litur. Ia menyebut, dirinya tidak pernah dimintai izin dan diberikan kompensasi akibat lahannya yang terkena dampak Galian C tersebut.

“Yang merugikan itu Galian C yang dioperasikan CV ATIK Litur dengan pengelola Hasan dan baru-baru ini juga masuk pengelola baru namanya Dimas. Sama juga, mereka itu menyerobot lahan warga dan tidak memperhatikan ekosistem lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Baca juga: Gubsu Akan Jenguk Luqyana Syasya, Bocah 5 Tahun Berpenyakit Kulit Langka

Galian C CV ATIK Litur Rusak Ekosistem

Akibat dari tidak pedulinya CV ATIK Litur yang dikelola oleh Hasan, telah membuat ekosistem sekitar rusak seperti longsornya beberapa lahan warga serta ambruknya beberapa rumah warga akibat galian tersebut.

Sebelumnya juga, Ketua DPRD Sumut, Baskami Ginting menyebutkan polisi harus bertindak terkait adanya aktivitas galian C tersebut. Menurutnya, hal itu telah merugikan masyarakat dan ekosistem lingkungan setempat.

“Enggak boleh itu, itu kepolisan harus bertindak itu, pihak kepolisan harus memeriksa itu tambang ilegal, itu tugas polisi,” ungkap Baskami.

Ia juga mendesak agar Polda Sumut, menyelidiki aktivitas pertambangan ilegal tersebut. Dan masyarakat juga diminta untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian.

“Kita desak polda lah untuk selidiki dulu. Masyarakat kalau pun ada ilegal itu laporakan, sekarang kita nggak ada lagi main-main belakang, laporkan saja sama kepolisian, mereka akan menindak itu,” katanya.

Reporter: Alfiansyah

KELASTRADING

Berita Populer