Connect with us

Peristiwa

Gempa Magnitudo 4.9 Guncang Jember Jatim, Tak Berpotensi Tsunami

BMKG terus melakukan pemantauan dan hingga pukul 07.00 WIB, tidak terdeteksi adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock ) dan juga menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.

Diterbitkan

on

Gempa Magnitudo 4.9 Guncang Jember Jatim (suara pakar)
Gempa berkekuatan magnitudo 4.9 guncang wilayah Kabupaten Jember, Jawa Timur (Jatim), Jumat (7/1/2022) pukul 04.59 WIB.

Suarapakar.com – Gempa berkekuatan magnitudo 4.9 guncang wilayah Kabupaten Jember, Jawa Timur (Jatim), Jumat (7/1/2022) pukul 04.59 WIB.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, episenter terletak pada koordinat 9,4° LS dan 113,30° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 139 km barat daya Jember, Jatim pada kedalaman 10 km.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas Subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia,” ungkap Kepala Stageof Karangkates, Makmuri, yang diinformasikan BMKG.

Katanya, gempa magnitudo 4.9 itu akan berdampak hingga sejumlah daerah. Yakni, wilayah Puger (III MMI),Jember, Malang, Wuluhan, Ambulu (II MMI) dan Wonotirto, Karangrejo, Tulungagung, Boyolangu, Kedungwaru (I MMI).

BMKG terus melakukan pemantauan dan hingga pukul 07.00 WIB, tidak terdeteksi adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock ).

“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,” jelasnya.

https://bit.ly/kodesuarapakar

Baca juga: Banjir dan Longsor Jayapura: 1 Orang Meninggal, Sejumlah Warga Tertimbun

Selama 2021, Aktivitas Gempa Tektonik Meningkat

Sementara itu, Koordinator Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengatakan, monitoring BMKG selama tahun 2021 di wilayah Indonesia menunjukkan telah terjadi aktivitas gempa bumi tektonik sebanyak 10.570 kali. Jumlah tersebut terjadi dalam berbagai variasi magnitudo dan kedalaman yang bersumber dari sumber gempa subduksi lempeng dan sesar aktif.

“Jumlah ini ternyata mengalami peningkatan jumlah jika dibandingkan dengan aktivitas gempa selama tahun 2020 yaitu sebanyak 8.264 kali,” kata Daryono melalui akun media sosialnya.

Katanya, gempa signifikan dengan magnitudo di atas 5,0 (M>5,0) selama tahun 2021 terjadi sebanyak 244 kali. Jumlah ini ternyata sama persis dengan aktivitas gempa yang terjadi pada tahun 2020 yaitu 244 kali.

“Gempa dengan guncangan dirasakan oleh masyarakat selama tahun 2021 terjadi sebanyak 764 kali. Jumlah gempa dirasakan ini juga mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan yang terjadi pada tahun 2020 sebanyak 754 kali,” jelasnya.

Selama tahun 2021 terjadi telah terjadi 23 kali peristiwa gempa bumi merusak, sementara tahun sebelumnya 2020 terjadi gempa bumi merusak sebanyak 11 kali. Sehingga peristiwa gempa merusak mengalami peningkatan cukup signifikan pada tahun 2021.

“Selama tahun 2021 gempa bumi paling banyak terjadi pada bulan Desember mencapai 1.348 kali, sedangkan gempa paling sedikit terjadi pada bulan Februari 534 kali,” jabar Daryono.

Sedangkan gempa bumi yang memicu tsunami selama tahun 2021 terjadi 2 kali yaitu tsunami kecil 50 cm di Tehoru Maluku Tengah akibat gempa magnitudo 6,1 pada 8 September 2021 dan tsunami kecil 7 cm di Laut Flores akibat gempa magnitudo 7,4 pada 14 Desember 2021.

“Sedangkan pada tahun 2020 tidak ada peristiwa gempa yang memicu tsunami,” pungkasnya.

Berita Populer