Connect with us

Nasional

Gempa Kuat M 6,2 Guncang Maluku Barat Daya

“Dilihat dari risikonya, sejumlah 71.955 jiwa yang tersebar pada 17 kecamatan di wilayah itu berpotensi terpapak dampak gempa,”

Diterbitkan

on

Suara Pakar - Gempa Kuat M 6,2 Guncang Maluku Barat Daya
Shake Map Gempabumi magnitudo (M)6,2 terjadi pada Rabu pagi (2/2/2022), pukul 04.25 waktu setempat yang berada pada 86 km timur laut Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku. (Foto: BMKG)

Suarapakar.com – Gempa bumi dengan parameter magnitudo (M) 6,2 terjadi di 86 km timur laut Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku pada Rabu (2/2/2022), pukul 04.25 waktu setempat. Masyarakat merasakan guncangan kuat saat gempa terjadi.

“Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Maluku Barat Daya menyebutkan guncangan dirasakan selama 3 hingga 5 detik,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya, Rabu (2/2/2022)

Meskipun gempa dengan guncangan kuat, menurut BPBD setempat bahwa masyarakat tidak mengalami kepanikan. BPBD melaporkan kondisi aman terkendali dan belum ada laporan dampak kerusakan hingga pagi tadi, Rabu (2/2/2022).

“Pusat gempa yang berada pada kedalaman 131 km ini tidak berpotensi tsunami,” ungkap Muhari.

Intensitas kekuatan gempa yang diukur dengan skala Modified Mercalli Intensity (MMI), imbuh Muhari, menunjukkan II – III MMI di wilayah Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku. Menurut BMKG, skala III MMI digambarkan getaran dirasakan nyata dalam rumah serta terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

“Semakin tinggi MMI, getaran yang dirasakan akan semakin kuat oleh warga,” imbuhnya.

Baca juga: Gempa M 6,1 Getarkan Melonguane Sulut, Tak Berpotensi Tsunami

Maluku Barat Daya Wilayah Rawan Gempa

Lebih lanjut Muhari mengungkapkan bahwa Kabupaten Maluku Barat Daya merupakan wilayah yang rawan terhadap dampak bahaya gempa bumi. Menurut kajian inaRISK, sebanyak 17 kecamatan berada pada potensi bahaya gempa bumi dengan kategori sedang hingga tinggi.

“Dilihat dari risikonya, sejumlah 71.955 jiwa yang tersebar pada 17 kecamatan di wilayah itu berpotensi terpapak dampak gempa,” ucapnya.

Menyikapi potensi bahaya gempa yang dapat terjadi setiap saat, Muhari mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siap siaga. Saat gempa warga dapat berlindung di bawah perabot yang kuat dengan melakukan drop, cover and hold on atau evakuasi dengan aman keluar bangunan.

“Identifikasi terlebih dahulu di lingkup keluarga, langkah-langkah penyelamatan saat gempa terjadi. Apabila gempa memicu terjadinya tsunami, warga dapat segera evakuasi menuju ke tempat yang lebih tinggi,” imbaunya.

Berita Populer