Connect with us

Peristiwa

Gara-Gara Futsal, Kapolda Sumut Copot Kapolsek dan Kanit Reskrim

“Instruksi Kapolda Sumut setiap yang melanggar aturan protokol kesehatan baik sipil maupun anggota Polri akan diberikan sanksi tegas,” tegas Hadi.

Diterbitkan

on

kapolda sumut copot kapolsek dan kanit reskrim
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi.

Suarapakar.com – Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin copot Kapolsek Percut Sei Tuan AKP Ricky P Atmaja dan Kanit Reskrim Polsek Medan Kota Iptu Ainul Yaqin, buntut dari viralnya kerumunan turnamen Fun Futsal Cup 2021.

“Akibat dari penyelenggaran turnamen futsal ini, Kapolda Sumut mengambil langkah tegas mencopot jabatan Kapolsek Percut Seituan dan Kanit Reskrim Polsek Medan Kota,” ungkap Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi.

Alasan Kapolda Sumut mencopot Kapolsek Percut Sei Tuan dan Kanit Reskrim Polsek Medan Kota karena terkait turnamen futsal tersebut. Kasus ini telah menetapkan Ketua Panitianya, Bania Teguh Ginting Suka (44) sebagai tersangka.

Turnamen yang digelar di GOR Mini Disporasu itu menyedot perhatian dan membuat kerumunan massa, tanpa menerapkan protokol kesehatan (prokes). Selain itu, Ketua Panitia juga lakukan penipuan dengan memalsukan tanda tangan anggota Polri demi memuluskan pelaksanaan turnamen tersebut dan peminjaman GOR Mini Futsal Disporasu.

Baca juga: Polisi Tetapkan Ketua Panitia Fun Futsal Cup 2021 Tersangka

Ini Alasan Kapolda Sumut Copot Kapolsek dan Kanit

Hadi menjelaskan, alasan pencopotan Kapolsek Percut Seituan tersebut karena lalai serta tidak mengetahui adanya turnamen futsal dalam wilayah hukumnya. Sedangkan alasan pencopotan Kanit Reskrim Polsek Medan Kota karena ikut sebagai peserta dalam turnamen tersebut.

Mantan Wadirlantas Polda Kalteng itu mengaskan, jika Polda Sumut tegas menegakan dan menerapkan aturan prokes. Tak terkecuali bagi anggota Polri.

“Instruksi Kapolda Sumut setiap yang melanggar aturan protokol kesehatan baik sipil maupun anggota Polri akan diberikan sanksi tegas,” tegas Hadi.

Kasus ini sendiri, Polrestabes Medan telah menahan dan menetapkan Ketua Panitia sebagai tersangka. Hadi menyebutkan, kenekatan tersangka berani mengelar turnamen futsal ini dengan kondisi pandemi Covid-19 saat ini.

Lebih lanjut, Hadi mengungkapkan setelah polisi menyelidiki, dari pengakuan tersangka BG ternyata Polda Sumut maupun Polrestabes Medan tidak pernah mengeluarkan izin keramaian untuk menyelenggarakan turnamen futsal tersebut.

“Tersangka BG nekat menyelenggarakan turnamen futsal karena (telah) mencatut nama dan logo Polda Sumut. Tersangka sebelumnya pernah menjadi PHL (Honorer) Polda Sumut,” pungkasnya.

Reporter: Muhammad Ilham Pradilla

Berita Populer