Connect with us

Nasional

Foto Jurnalistik Rentan Dijiplak, UMSU – PFI Medan Teken MoU

“Terkadang, karya cipta fotografer diklaim dan diambil oleh pihak lain. Padahal itu mempunyai nilai ekonomis yang luar biasa,”

Diterbitkan

on

Ketua PFI Medan, Rahmad Suryadi bersama Dekan Fakultas Hukum UMSU menandatangani MoU pendampingan kasus kinerja jurnalistik dan HAKI Anggota PFI Medan di Gedung UMSU, Jumat (18/2/2022). (Sumber: PFI Medan).

Suarapakar.com – Karya foto jurnalistik sekarang ini makin rentan dijiplak yang berdampak pada kerugian pada fotografer. Hal ini membuat UMSU siap berikan pendampingan dalam menempuh proses hukum.

Dekan Fakultas Hukum UMSU, Dr Faisal SH M Hum mengatakan banyaknya fotografer yang berjuang mendapatkan momen sebuah foto. Kemudian ada pihak lain yang menggunakan foto itu lalu menjadi masalah.

“Terkadang, karya cipta fotografer diklaim dan diambil oleh pihak lain. Padahal itu mempunyai nilai ekonomis yang luar biasa,” ujar Faisal usai seminar, Jumat (18/2/22).

Seminar ini dibuka oleh Wakil Rektor UMSU, Prof Muhammad Arifin SH M.Hum. Fotografer Nasional Oscar Motuloh, Pendiri Pewarta Foto Indonesia, (PFI) Beawiharta dan Direktur LBH UMSU, Faisal Riza menjadi narasumber sedangkan moderator Dr Said Harahap M.I.Kom.

Menurut Faisal, perlu adanya pihak yang mampu mendampingi jika persoalan-persoalan mengklaiman foto terjadi. Faisal menegaskan, pihaknya siap melakukan pembelaan terhadap fotografer yang menjadi korban pengambilan karya fotonya.

“Kita juga melakukan kerjasama dengan Pewarta Foto Indonesia Medan untuk melakukan advokasi dan perlindungan-perlindungan hukum dalam rangka kerja jurnalis teman-teman media, terutama teman-teman fotografer,” kata Faisal.

“Situasi di lapangan, kawan-kawan foto sering mengalami, kameranya dirampas, fotonya dibajak. Kerjasama ini dilakukan mengingat 70 persen Dosen Hukum UMSU adalah advokat. Mereka siap untuk membantu teman-teman media dengan perlindungan hukum yang berlaku,” ujar Faisal.

Foto Jurnalistik yang Jadi Konsumsi Publik Rentan Dijiplak

Beawiharta mengingatkan agar fotografer tetap menyimpan file asli dengan rapi. Agar fotografer bisa melindungi hak kepemilikan foto karya yang telah diproduksinya.

“Itu penting. Jadi sekali-sekali foto itu dipakai, itu fotoku. Langsung cari aslinya. Kalau kami punya foto ini, kamu punya foto sebelahnya dong? Ini sudah menunjukkan kalau ini adalah foto kamu,” ucap Bea.

Sementara itu melalui saluran video call, Oscar mengatakan segala sesuatu yang sudah terbang ke publik akan sangat mudah diakses dan dijiplak.

“Jadi hati-hati, segala sesuatu yang sudah terbang ke publik akan sangat mudah diakses dan dijiplak karyanya, untuk kepentingannya,” kata Oscar.

Berita Populer