Connect with us

Peristiwa

Fenomena Matahari Tepat di Atas Ka’bah Terjadi Hari Ini, Koreksi Arah Kiblat

“Fenomena ini terjadi pukul 9.26.42 waktu Saudi, atau 16.26.42 WIB/17.26.42 WITA/18.26.42 WIT. Yakni saat tengah hari di Kota Mekah,”

Diterbitkan

on

Fenomena Matahari Berada di Atas Ka'bah (suara pakar)
Fenomena matahari diatas Ka'bah. (Sumber: dream.co.id)

Suarapakar.com – Posisi matahari dilaporkan akan berada tepat di atas Ka’bah pada hari ini, Kamis (15/7/2021). Hal ini menjadi momentum bagi umat muslim di dunia, termasuk Indonesia untuk memperbaiki arah kiblat.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Andi Pangeranga mengatakan, fenomena Matahari di atas Ka’bah akan terjadi pada pukul 9.26.42 waktu Saudi. Yakni bertepatan saat tengah hari di kota Mekah, Arab Saudi.

Fenomena ini terjadi pukul 9.26.42 waktu Saudi, atau 16.26.42 WIB/17.26.42 WITA/18.26.42 WIT. Yakni saat tengah hari di Kota Mekah,” ujar Andi dikutip dari Kompas, Kamis (15/7/2021).

Kendati demikian, dijelaskan Andi, masyarakat bisa mulai mengukur arah kiblat sejak 2 hari sebelum 15 Juli hingga 2 hari setelahnya pada jam yang sama.

“Toleransi waktunya 2 hari sebelum hingga 2 hari setelah untuk jam yang sama. Atau setengah jam sebelum hingga setengah jam setelah untuk hari yang sama,” kata Andi.

Sehingga ketika sore nanti mendung atau berawan, diungkapkan Andi, masyarakat bisa melakukan pengukuran pada 16 Juli atau 17 Juli pada pukul 16.26 WIB/17.26 WITA.

“Kalau misalkan tanggal 15-nya berawan, tanggal 16 dan 17-nya masih bisa diamati tapi nilai maksimumnya 25,5 derajat. Lalu tanggal 13 dan 14 minimum 24,5 derajat,” imbuh Andi.

Fenomena ini memiliki banyak sebutan, yakni Qibla Day atau hari kiblat, Istiwa’ul A’zham atau Great Culmination of Mecca atau Kulminasi Agung Mekkah. Dan Global Rashdul Qibla atau Hari Meluruskan Kiblat Global, dan Tropic of Mecca.

Matahari di atas Ka’bah menjadi fenomena kedua kalinya setelah sebelumnya terjadi pada 27 Mei lalu.

Sementara itu, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kementerian Agama Agus Salim mengatakan, pada Kamis (15/7/2021) dan Jumat (16/7/2021), matahari akan melintas tepat di atas Kabah.

“Peristiwa ini akan terjadi pada pukul 16.27 WIB atau 17.27 WITA. Saat itu, bayang-bayang benda yang berdiri tegak lurus, di mana saja, akan mengarah lurus ke Kabah,” kata Agus dikutip dari laman resmi Kemenag, Rabu (14/7/2021).

Baca juga: Gempa Tektonik 5,6 M Guncang Nias Utara, Terasa hingga Kabanjahe

Matahari Tepat di Atas Ka’bah, Cara Atur Arah Kiblat

Dengan adanya fenomena ini bisa dimanfaatkan untuk meluruskan arah kiblat, dengan menggunakan kulminasi agung.

Hal ini terbilang amat mudah karena tidak membutuhkan banyak peralatan untuk mengkalibrasi arah kiblat. Cara ini dianggap akurat bahkan terbilang lebih akurat ketimbang menggunakan kompas.

Lantaran kompas dipengaruhi medan magnet alami maupun buatan. Hal itu dapat mempengaruhi keakuratan pengukuran.

Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menentukan arah kiblat menggunakan kulminasi agung.

  1. Tentukan tempat yang akan diketahui arah kiblatnya. Disarankan untuk mencari lokasi yang rata dan mendapatkan cahaya Matahari.
  2. Siapkan tongkat lurus
  3. Siapkan jam yang sudah dikalibrasikan yang dapat merujuk pada pengaturan waktu di resmi BMKG.
  4. Tancapkan tongkat di atas permukaan tanah, dan pastikan tongkat benar-benar tegak lurus 90 derajat dari tanah.
  5. Tunggu hingga waktu kulminasi agung tiba, lalu bisa diamati bayangan tongkat pada waktu tersebut.

Daerah Pengecualian

Namun, tidak semua daerah di Indonesia bisa melakukan pengukuran tersebut. Berikut sejumlah daerahnya, yaitu:

  1. Kabupaten Maluku Tengah
  2. Kabupaten Seram Bagian Timur
  3. Kabupaten Kepulauan Tanimbar
  4. Kabupaten Kepulauan Kei
  5. Kota Tual
  6. Kabupaten Maluku Barat Daya (minus Pulau Wetar)
  7. Kabupaten Kepulauan Aru
  8. Provinsi Papua Barat
  9. Provinsi Papua.
GRANPRIZE

Berita Populer