Connect with us

Al Islam

Fatwa Ulama Aljazair Bolehkan Salat Tanpa Wudhu dan Tayamum bagi Nakes Covid-19

“Boleh hukumnya tenaga medis Covid 19 melaksanakan salat tanpa wudhu dan tayamum,”

Diterbitkan

on

Salat Tanpa Wudhu dan Tayamum bagi Nakes (suara pakar)
Seorang tenaga kesehatan (nakes) melaksanakan salat di sela-sela menangani pasien Covid-19, (Sumber: Merdeka)

Suarapakar.com – Para ulama dari beberapa negara Islam telah mengeluarkan fatwa bahwa boleh hukumnya bagi tenaga kesehatan (nakes) Covid-19 untuk melaksanakan shalat tanpa wudhu dan tayamum.

“Boleh hukumnya tenaga medis Covid 19 melaksanakan salat tanpa wudhu dan tayamum,” bunyi fatwa dari Lembaga Fatwa Tinggi Islam Aljazair dikutip dari Bincang Syariah, Sabtu (17/7/2021)

Menurut fatwa tersebut, ada dua alasan utama di balik keluarnya fatwa ini. Pertama, karena khawatir para nakes itu akan terpapar virus corona apabila membuka APD mereka. Dan para tenaga kesehatan rentan terkena Covid 19.

Alasan kedua, tenaga medis tidak dimungkinkan meninggalkan pekerjaan mereka. Pasalnya, banyak pasien yang bergantung terhadap pelayanan mereka. Apabila pasien ditinggalkan para nakes, maka akan menimbulkan keadaan darurat.

Selanjutnya, Dar al-Ifta Mesir pun telah mengeluarkan fatwa tentang bolehnya tenaga kesehatan Covid 19 untuk salat tanpa wudhu dan tayamum. Para ulama dari Dar al-Ifta menjadikan dalil keringanan tersebut firman Allah dalam Q.S al-Haj ayat 78:

وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ

Artinya: Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan.

Ada juga sabda Nabi Muhammad:

إذَا نَهَيْتُكُمْ عَنْ شَيْءٍ فَاجْتَنِبُوهُ، وَإِذَا أَمَرْتُكُمْ بِأَمْرٍ فَأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ» رواه البخاري

Artinya: apabila aku larang kamu akan sesuatu, maka kerjakanlah, dan apabila akun perintahkan tentang suatu perkara maka datangi kamulah apa yang kamu mampu memperbuatnnya.

Lembaga Fatwa Arab Saudi pun memberikan keringan kepada para tenaga kesehatan, boleh melaksanakan salat tanpa wudhu dan tayamum. Fatwa ini keluar sebagai jalan kemudahan bagi tenaga kesehatan dalam melaksanakan tugasnya untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 serta untuk melindungi diri mereka dari penyakit menular tersebut.

Boleh hukumnya tenaga medis shalat tanpa wudhu dan tayamum. Dalam fiqih Islam keadaan ini dinamakan dengan istilah Faqid at thahuroin. Ulama senior Mesir menyebut bahwa faqid at thahurain adalah keadaan ketika luput untuk bersuci yakni air dan debu.

Dalam keadaan demikian seseorang boleh melaksanakan salat dan tak ada kewajiban untuk mengulangi salatnya.

Baca juga: Ini Hadits Shahih Sholat Sunnat yang Mengiringi Sholat Fardhu!

Tanggapan Mantan Menteri Agama

Menanggapi hal tersebut, Eks Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin pun memberikan pendapatnya.

Melalui akun Twitter pribadinya, ia menyetujui fatwa yang dikeluarkan oleh sejumlah ulama dari beberapa negara Islam. Dalam keadaan darurat, para nakes Covid-19 diperbolehkan mengamalkan fatwa tersebut.

Menurutnya, hal tersebut akan meringankan mereka beribadah selama bekerja sebagai tenaga kesehatan Covid-19.

اذا ضاق الامر اتسع ..

Artinya: Jika menyempit suatu perkara, (hukum agama) menjadi melonggar”.

“Dalam kondisi darurat yg sebabkan kesulitan mengamalkan hukum asal, maka hukum asal itu menjadi longgar agar mudah diamalkan,” tulis @lukmansifuddin, Sabtu (17/7/2021).

GRANPRIZE

Berita Populer