Connect with us

Nasional

Fakta Baru Pedagang Siram Petugas, Rakesh: Bukan Air Panas

“Sebenarnya bukan saya saja diperhatikan, tapi pedagang lain juga diperhatikan. Kepada pemerintah kasih lah solusi bagi pedagang, jangan menindas tolonglah bantu,”

Diterbitkan

on

Fakta Baru Pedagang Siram Petugas, Rakesh: Bukan Air Panas (suara pakar)
Ramesh saat diwawancarai Wak Kombur berjudul "Wak Rakes Adalah Kita, Penyuara Suara Kita", Sabtu (17/7/2021) pagi.

Suarapakar.com – Pedagang warung kopi Rakesh yang disidang dan dilaporkan ke polisi karena melanggar PPKM Darurat, ternyata menyiram petugas bukan dengan air panas.

Rakesh warga Jalan Waru, Kelurahan Sekip, Kecamatan Medan Petisah itu tak menampik, bila dirinya menyiramkan air ke arah petugas Satgas Covid-19 yang meminta usaha warung kopinya tutup, yang terjadi pada Kamis (14/7/2021).

“Waktu itu saya ada menyiram. Tapi bukan dengan air panas,” ungkap Rakesh dalam pengakuannya dikonten Youtube Wak Kombur berjudul “Wak Rakes Adalah Kita, Penyuara Suara Kita”, Sabtu (17/7/2021) pagi.

Rakesh mengakui, bila aksi tersebut spontanitas karena petugas minta usaha miliknya tutup. Tak terima, pertengkaran pun terjadi, hingga Rakesh mengambil air dan menyiramkan ke arah petugas. Dalam rekaman video yang viral, tampak aksi Rakesh tersebut sudah dihalangi istri dan anaknya. Namun, Rakesh tetap menyiramkan air ke arah petugas dan mengenai anak juga istrinya.

“Kalau kita nyiram air panas anak saya cacat, binik saya cacat. Saya ada menyiram, tapi bukan air panas. Air dingin, Satpol PP bilang air panas. Kalau air panas anak binik saya pasti cacat,” tegasnya.

Karena tindakannya itu, Rakesh menjalani sidang tindak pidana ringan (Tipiring) atas pelanggaran PPKM Darurat di Gedung PKK Kota Medan, Kamis (15/7/2021). Pemilik warung kopi di Jalan Gatot Subroto itu di denda sebesar Rp300 ribu atau kurungan penjara selama dua hari. Rakesh memilih membayar denda tersebut.

Tak sampai disitu, Rakesh harus berususan dengan polisi, setelah salah seorang petugas Satpol PP melaporkannya ke Polrestabes Medan. Rakesh dijerat dengan Pasal 212 KUHPidana dengan ancaman paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak Rp4.500. Itu pun dilunasinya.

Rakesh sesaat keluar dari gedung Satreskrim Polrestabes Medan. (Foto: Jafar Wijaya/Suara Pakar)

Baca juga: Puluhan Pelaku Usaha Pelanggar PPKM di Medan Jalani Sidang

Soal PPKM Darurat, Rakesh: Berikan Solusi, Jangan Menindas

Dalam perbincangannya dengan Wak Kombur itu, Rakes meminta Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi dan Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Nasution untuk memperhatikan pedagang kecil saat PPKM Darurat yang sedang berlangsung saat ini.

“Tolong sampaikan kepada pimpinan Pemko, pak Edy Rahmayadi atau pak Bobby Wali Kota, tolonglah bantu pedagang-pedagang ini janganlah disusahkan lagi, anak gak sekolah disuruh bayar uang sekolah, sementara kedai kita ditutup. Kehidupan makan kita macam mana?. Kalau tutup apa dia gak minta cerai gak bisa ngasih makan,” katanya.

Rakesh juga menuturkan bahwa pemerintah harusnya memberikan solusi kepada masyarakat saat PPKM Darurat yang terjadi di Kota Medan.

“Sebenarnya bukan saya saja diperhatikan, tapi pedagang lain juga diperhatikan. Kepada pemerintah kasih lah solusi bagi pedagang, jangan menindas tolonglah bantu,” pintanya.

Terakhir dalam konten Wak Kombur itu, Rakesh meminta maaf atas perbuatan yang dilakukan dan sempat viral di media sosial tersebut.

“Jangan sampai ini terjadi lagi. Kalau saya salah, saya mohon maaf. Kami juga sudah damai dengan Satpol PP di Polrestabes,” akhir Rakesh.

Reporter: Jafar Wijaya

GRANPRIZE

Berita Populer