Connect with us

Peristiwa

Eksekusi Lapangan Gajah Mada Medan, Satpol PP dan Ahli Waris Bentrok

“Mana surat kalian. Coba tunjukkan satu lembar saja surat kalian kalau ini tanah Pemko Medan. Jangan main gusur-gusur aja,”

Diterbitkan

on

eksekusi lapangan gajah mada
Bentrokan antara Satpol PP dan ahli waris Lapangan Gajah Mada, (foto : Ilham Pradilla).

Suarapakar.com – Proses eksekusi Lapangan Gajah Mada, Jalan Krakatau, Kelurahan Brayan Darat II, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, Selasa (9//3/2021), diwarnai bentrok antara Satpol PP dan ahli waris.

Bentrokan terjadi karena ahli waris menolak proses eksekusi tersebut. Saat hendak melakukan penggusuran, salah seorang ahli waris Rahmad yang menghadang Satpol PP menanyakan kedatangan para petugas perihal surat administrasi tugas.

“Mana surat kalian. Coba tunjukkan satu lembar saja surat kalian kalau ini tanah Pemko Medan. Jangan main gusur-gusur aja. Kami ahli waris, kami punya surat sah dan sudah ada putusan Mahkamah Agung,” teriak seorang ahli waris dengan lantang yang berusaha menghadang.

Dari pantauan Suara Pakar.com, petugas Satpol PP menghiraukan pernyataan para penolak penertiban tersebut dan tetap melakukan penertiban.

Puluhan Satpol PP yang dipimpin langsung oleh Kasatpol PP Medan, M Sofyan, bersama petugas gabungan dari TNI/Polri dan petugas kantor camat berseragam dinas tampak di lapangan gajah Mada Krakatau. Satu alat berat berupa ekskavator juga diturunkan dalam penertiban pagar yang dengan properti seng yang dibuat oleh para ahli waris.

Baca Juga: Penertiban PKL Nyaris Bentrok, Pedagang: Jangan Perintah Aku

Warga Lempari Ekskavator Dengan Batu

Sebelum terjadi kerusuhan, aksi dorong mendorong sempat terjadi, hingga akhirnya pelemparan batu ke arah ekskavator yang mencoba merubuhkan pagar yang telah mereka buat.

Rahmad mengaku kecewa atas perlakuan pemko Medan atas perlakuan kasar dan tidak administrasi ini, ia menilai bahwa putusan yang di tetapkan oleh Mahkamah Agung bisa dikalahkan oleh pemerintah daerah.

Sementara itu, Kasatpol PP Medan M Sofyan mengatakan, eksekusi terhadap lahan Lapangan Gajah Mada ini merupakan perintah dari Wali Kota Medan.

“Kita datang ke sini karena Lapangan Gajah Mada ini merupakan aset Pemerintah Kota Medan. Untuk itu kita lakukan penertiban,” kata Sofyan.

Terkait kronologis sengketa dan status aset sendiri, ahli warga dapat mempertanyakan langsung ke Pemko Medan melalui Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah.

“Kita hanya menjalankan tugas untuk mengamankan aset milik Pemko Medan,” katanya.

Video Proses Eksekusi Lapangan Gajah Mada

Reporter : Muhammad Ilham Pradilla

Berita Populer