Connect with us

Ekonomi

Dukung PPKM Darurat, Pemerintah Putuskan Perpanjang Diskon Tarif Listrik

“Jadi, durasinya diperpanjang dari 6 bulan menjadi 9 bulan, sampai dengan September,”

Diterbitkan

on

Perpanjang Diskon Tarif Listrik (suara pakar)
Warga melakukan isi ulang pulsa listrik di salah satu perumahan, (Sumber: Antara)

Suarapakar.com – Pemerintah memutuskan untuk kembali melanjutkan program stimulus berupa diskon tarif tenaga listrik kepada masyarakat dan pelaku usaha yang terdampak pandemi Covid-19 seiring dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, stimulus keringanan berupa diskon tarif tenaga listrik kepada golongan pelanggan rumah tangga, industri, dan bisnis 450 VA, serta golongan rumah tangga 900 VA bersubsidi diperpanjang hingga kuartal III/2021. Besaran diskon yang diberikan sama dengan yang berlaku pada periode April-Juni 2021.

“Dengan ada PPKM ini akan memperpanjang lagi diskon 50 persen untuk 450 VA dan 25 persen untuk 900 VA sampai dengan kuartal III,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers Aspek APBN Terhadap Implementasi PPKM Darurat dikutip dari Bisnis, Jumat (2/7/2021).

“Jadi, durasinya diperpanjang dari 6 bulan menjadi 9 bulan, sampai dengan September,” imbuh Sri Mulyani.

Selain itu, ia menuturkan bahwa pemerintah juga masih akan memberi bantuan berupa pembebasan penerapan ketentuan rekening minimum dan pembebasan biaya beban atau abonemen bagi pelanggan sosial, bisnis, dan industri.

Ketentuan diskon tarif listrik yang berlaku juga sama dengan yang diberikan pada periode April-Juni 2021. Pembebasan penerapan ketentuan rekening minimum (40 jam nyala) sebesar 50 persen untuk golongan sosial, bisnis, dan industri daya 1.300 VA ke atas, serta golongan layanan khusus.

Kemudian, pembebasan biaya beban atau abonemen untuk golongan sosial daya 220 VA, 450 VA dan 900 VA, golongan bisnis dan industri daya 900 VA juga ditetapkan sebesar 50 persen.

“Skema rekening abonemen untuk pelanggan bisnis, industri, sosial yang tadinya hanya satu kuartal, kami perpanjang hingga kuartal ketiga. Meskipun diskonnya diturunkan dari 100 persen sekarang 50 persen ditanggung pemerintah,” katanya.

Baca juga: Selama PPKM Darurat, Pemerintah Akan Percepat Penyaluran Bansos

Pemerintah Anggarkan Tambahan Dana Senilai Rp2,33 Triliun

Lebih lanjut, Sri Mulyani mengatakan bahwa Pemerintah menganggarkan tambahan dana senilai Rp2,33 triliun untuk perpanjangan program stimulus berupa diskon tarif tenaga listrik kepada masyarakat dan pelaku usaha.

Sebelumnya, pemerintah telah menggelontorkan dana senilai Rp5,67 triliun untuk memberikan stimulus diskon tarif kepada pelanggan 450 VA dan 900 VA sepanjang semester I/2021.

“Jadi total diskon listrik untuk membantu masyarakat, terutama kelompok menengah bawah ini Rp7,58 triliun,” ujar Sri Mulyani.

Sementara itu, untuk perpanjangan program bantuan rekening minimum dan bantuan biaya beban atau abonemen bagi pelanggan sosial, bisnis, dan industri, pemerintah menyiapkan dana tambahan senilai Rp420 miliar.

Sepanjang semester I/2021, pemerintah telah mengalokasikan dana senilai Rp1,27 triliun untuk program bantuan rekening minimum dan bantuan biaya beban atau abonemen. Dengan adanya perpanjangan pemberian bantuan, total anggaran untuk program ini mencapai Rp1,69 triliun.

“Kami juga masih memberikan bantuan untuk cover rekening minimum dan biaya beban atau abonemen untuk listrik. Ini untuk kelompok usaha, sasarannya 1,14 juta pelanggan,” kata Sri Mulyani.

GRANPRIZE

Berita Populer