Connect with us

Kriminal

Dugaan Penyiksaan, Polisi Selidiki Kerangkeng di Rumah Bupati Langkat

Kerangkeng yang terdapat di halaman rumah Terbit Rencana membuat para pekerja sulit beraktifitas. Bahkan yang lebih parah, pekerja hanya diberi makan dua kali dalam sehari dan tidak menerima gaji.

Diterbitkan

on

Dugaan Penyiksaan, Polisi Selidiki Kerangkeng di Rumah Bupati Langkat (suara pakar)
Sejumlah pria yang diduga korban penyiksaan berada didalam kerangkeng di rumah pribadi Bupati nonaktif Langkat Terbit Rencana Peranginangin. (Sumber: Istimewa)

Suarapakar.com – Polda Sumut selidiki temuan 40 pria dikerangkeng yang diduga menjadi korban penyiksaan di rumah pribadi Bupati nonaktif Langkat Terbit Rencana Pranginangin.

Penyelidikan ini, Polda Sumut bersama BNNP Sumut membentuk tim untuk mengungkap temuan tersebut di rumah Terbit Rencana Peranginangin di Desa Raja Tengah Kecamatan Kuala Kabupaten Langkat.

“Polda Sumut sudah membentuk Tim dan bekerjasama dengan BNNP Sumut dan BNNK Langkat,” ungkap Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, Senin (24/1/2022).

Hadi mengungkapkan, penyelidikan sementara, jika kerangkeng yang mirip dengan penjara tersebut telah ada sejak 2012 lalu. Hal ini terungkap saat OTT KPK yang dilakukan terhadap Terbit Rencana Peranginangin.

“Hasil penyelidikan Tim, tempat itu berdasarkan informasi yang diterima sudah ada sejak 2012 sampai dengan OTT KPK,” jelas Hadi.

Sebelumnya, Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, mengungkapkan kerangkeng yang ditemukan di dalam rumah Bupati Langkat itu digunakan sebagai rehabilitasi pecandu penyalahgunaan narkotika.

https://bit.ly/kodesuarapakar

“Dari hasil pendalaman, kerangkeng itu sudah berdiri selama 10 tahun,” ungkapnya.

Namun, Panca menuturkan kerangkeng khusus yang dibuat Bupati Langkat di dalam rumahnya tidak memiliki izin karena dibuat secara pribadi. Lebih lanjut, ia menuturkan di dalam kerangkeng khusus didapati 3-4 orang dalam kondisi babak belur.

“Dari hasil pendalaman kita, 3 sampai 4 orang yang berada di dalam kerangkeng khusus merupakan pecandu narkoba. Nantinya, mereka akan dipekerjakan di kebun sawit dan di rumah Bupati Langkat,” pungkasnya.

Baca juga: Ditahan KPK, Bupati Langkat Jadi Tersangka Kasus Korupsi

Dugaan Penyiksaan di Rumah Bupati Langkat Dilaporkan ke Komnas HAM

Sementara itu, Migrant Care melaporkan dugaan penyiksaan Bupati nonaktif Langkat, Terbit Rencana Peranginangin kepada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

Ketua Pusat Studi Migrasi Migrant Care Anis Hidayah menyebutkan, laporan yang diterima pihaknya, sebanyak 40 pekerja sawit mendekam di dalam kerangkeng milik Terbit Rencana Peranginangin. Laporan ini disertai bukti-bukti di antaranya foto, video dan juga foto-foto korban.

“Ada dua sel di dalam rumah Bupati yang digunakan untuk memenjarakan sebanyak 40 orang pekerja,” kata Anis di kantor Komnas HAM.

Anis mengutarakan, kerangkeng itu terdapat di belakang halaman rumah Bupati Langkat, Terbit Rencana. Anis mengungkapkan, kerangkeng tersebut mirip penjara dengan tambahan gembok, agar para pekerjanya tidak keluar masuk sembarangan.

Dia tak memungkiri, para pekerja kerap mendapat penyiksaan, seperti pemukulan. Bahkan mengakibatkan lebam hingga luka-luka.

“Sampai lebam-lebam dan sebagian mengalami luka-luka,” ungkap Anis.

Kerangkeng yang terdapat di halaman rumah Terbit Rencana membuat para pekerja sulit beraktifitas. Bahkan yang lebih parah, pekerja hanya diberi makan dua kali dalam sehari dan tidak menerima gaji.

“Selama bekerja mereka tidak pernah menerima gaji,” pungkas Anis.

Berita Populer