Connect with us

Ekonomi

DPR Minta Restrukturisasi PTPN Gula Tak Langgar Regulasi

Direktur Utama PTPN III Mohammad Abdul Ghani sebagai holding PTPN Grup berencana membentuk pabrik gula yang membutuhkan investasi senilai Rp20 triliun

Diterbitkan

on

Restrukturisasi PTPN Gula (suara pakar)
Stok gula pasir. (Sumber: Media Indonesia).

Suarapakar.com – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Martin Manurung mendukung PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III Persero  terkait restrukturisasi bisnis PTPN Gula dalam rangka mendukung swasembada gula. Ia meminta PTPN III tidak melanggar regulasi pengalihan aset BUMN.

Selain itu, Komisi VI juga meminta PTPN III untuk memastikan proses divestasi saham dalam rangka restrukturisasi PTPN Gula. Agar memperhatikan prinsip Good Coorporate Goverment, tidak membebani PTPN III sebagai holding dan tidak merugikan petani.

“Pertanyaannya, ada ga sih kesungguhan dari pemerintah? Bicara kesungguhan ini bicara keberpihakan. Kalau permasalahan ini sudah dikuasai, tinggal mencari metode dan solusinya,” ungkapnya rapat dengar pendapat dengan PTPN III dikutip dari Parlementaria (22/6/2021).

Terlepas dari itu, Komisi VI siap membantu PTPN III dalam mewujudkan swasembada gula nasional. Namun, DPR ingin mengetahui skema kinerja dan kesungguhan PTPN III dalam membangkitkan kembali kejayaan industri gula seperti tahun 1930 silam.

“Secara politik, kami akan dukung, tapi pertanyaannya, apakah pemerintah sungguh-sungguh terhadap industri gula kita seperti kejayaan tahun 1930an,” katanya.

Dia menambahkan, mengenai dukungan Komisi VI terhadap Penyertaan Modal Negara terhadap PTPN III sebesar Rp1 triliun sebelumnya. Anehnya, suntikan modal itu malah diproyeksikan untuk membangun pabrik gula baru. Padahal bahan baku gula di berbagai daerah terus mengalami penurunan.

Baca juga: Anggota Komisi VI DPR Tolak Opsi Pailit Garuda Indonesia

PTPN III Berencana Bentuk Pabrik Gula Senilai Rp20 Triliun

Sebelumnya, Direktur Utama PTPN III Mohammad Abdul Ghani sebagai holding PTPN Grup berencana membentuk pabrik gula yang membutuhkan investasi senilai Rp20 triliun. Pembangunan pabrik gula itu untuk mendongkrak produksi gula dalam negeri agar bisa swasembada gula, sehingga memangkas ketergantungan terhadap kebutuhan gula impor.

“Rencana strategis kami ke depan adalah melakukan perbaikan operational excellence baik di pabrik maupun di lapangan, kemudian dengan simplikasi bisnis gula,” katanya

Ghani menjelaskan pihaknya akan menggandeng investor dan Indonesia Investment Authority (INA) dalam mengumpulkan modal untuk membangun holding pabrik gula tersebut. Menurutnya, PTPN III saat ini belum bisa meminjam dana dari perbankan karena perseroan sedang dalam tahap restrukturisasi, sehingga suntikan modal hanya bisa diperoleh dari luar.

“Konsep yang akan kami siapkan adalah Sugarco dimiliki oleh PTPN III kemudian kami undang investor. Kami juga akan melibatkan INA,” kata Ghani.

Berita Populer