Connect with us

Peristiwa

Disusul Erupsi, Gunung Sinabung Semburkan Awan Panas

“Tadi malam Sinabung mengalami satu kali awan panas, untuk jarak luncur awan panas ini kita tidak dapat prediksi, karena tadi malam gunung tertutup kabut,”

Diterbitkan

on

Erupsi Gunung Sinabung yang terjadi pada Minggu (6/6/2021) malam. (Sumber: Facebook)

Suarapakar.com РGunung Sinabung Kabupaten Karo, Sumatera Utara menunjukkan peningkatan aksitivitas vulkanik yang terjadi pada Minggu (6/6/2021). Tercatat puncak dari peningkatan aktivitas tersebut Gunung Sinabung sempat semburkan awan panas selanjutnya disusul erupsi.

PGA Sinabung Deri Al Hidayat menerangkan bahwa terjadi semburan awan panas terjadi pada pukul 23:35 Minggu malam. Dari aktivitas tersebut tercatat getaran yang dihasilkan dari dalam perut Gunung Sinabung 120mm serta durasi waktu selama 421 detik.

“Tadi malam Sinabung mengalami satu kali awan panas, untuk jarak luncur awan panas ini kita tidak dapat prediksi, karena tadi malam gunung tertutup kabut,” ungkapnya, Senin (7/6/2021).

Berselang sepuluh menit kemudian, Gunung Sinabung mengalami erupsi dengan meluncurkan abu vulkanik. Deri menyebut getaran yang ditimbulkan dari dalam perut Gunung Sinabung ini tercatat di alat pendeteksi getaran atau seismogram dengan amplitudo maksimum 36 mm serta durasi waktu selama 85 detik.

“Jadi tadi malam Sinabung tercatat mengalami satu kali awan panas dan satu kali erupsi,” sebutnya.

Baca juga: Ada Potensi Gempa Besar dan Tsunami 29 M di Jatim, BMKG: Jangan Panik

Potensi Awan Panas Guguran dan Erupsi Berpeluang Kembali Terjadi

Melihat perkembangan aktivitas Gunung Sinabung yang tercatat berlangsung fluktuatif, Deri mengingatkan bahwa potensi awan panas guguran dan erupsi berpeluang kembali terjadi. Pihaknya pun kini tengah berfokus mengumpulkan persebaran abu dan material yang dihasilkan dari awan panas dan erupsi.

Untuk diketahui, saat ini Gunung Sinabung (2460 mdpl) di Kabupaten Karo berada pada status Level III (Siaga). Oleh karena itu masyarakat dan pengunjung atau wisatawan agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 km dari puncak Gunung Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara.

Petugas juga mengimbau kepada masyarakat, jika terjadi hujan abu, masyarakat diimbau memakai masker bila keluar rumah untuk mengurangi dampak kesehatan dari abu vulkanik.

Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung agar tetap waspada terhadap bahaya lahar dingin.

Berita Populer