Connect with us

Peristiwa

Dinilai Sepihak, USU Eksekusi Paksa Rumah Dinas Prof TMH Tobing

“Ini masih proses di pengadilan, masa belum ada putusan tapi sudah dieksekusi, diusir seperti ini,”

Diterbitkan

on

Eksekusi Rumah Dinas Prof TMH Tobing
Pengeksekusian perumahan dinas dosen USU, (foto : istimewa).

Suarapakar.com – Pihak Universitas Sumatera Utara (USU) eksekusi paksa rumah dinas Prof TMH Tobing di Jalan Universitas Nomor 8 Kampus USU, Kota Medan, pada Rabu (24/3/2021).

Kuasa hukum Ruben Tobing pemilik rumah, Ranto Sibarani mengatakan, saat proses eksekusi ini dilakukan oleh pihak USU dengan mengosongkan rumah tersebut. Barang-barang milik penghuni dikeluarkan dan ditempatkan di luar rumah.

“Kami tadi sempat mencegah, namun mereka tetap memaksa masuk dan mengeluarkan barang-barang kami,” ungkapnya, Rabu (24/3/2021).

Menurutnya, pengosongan ini seharusnya tidak dilakukan, sebab hingga saat ini pihak keturunan dari Prof TMH Tobing masih melakukan gugatan terkait apakah mereka layak menghuni rumah tersebut atau tidak.

“Ini masih proses di pengadilan, masa belum ada putusan tapi sudah dieksekusi, diusir seperti ini,” katanya.

Ranto Sibarani menyebutkan, hingga saat proses pengosongan rumah berlangsung. Pemilik rumah Ruben Tobing dan Hisar Tobing tidak dapat berbuat banyak karena petugas yang datang tetap ngotot mengatakan pengosongan tersebut atas surat tugas dari pihak Rektorat USU.

“Kebetulan rumah ini masih di tempati oleh keturunannya Prof Tobing, anak-anaknya yang belum punya rumah sampai saat ini, termasuk itu ada salah seorang yang cacat, yang punya inikan keturunan dari pada Prof Tobing,” ujarnya.

Dia sangat menyesali tindakan yang dilakukan oleh pihak USU tersebut. Pasalnya pemilik rumah sudah melakukan banding ke Pengadilan Negeri (PN) Medan dan masih menunggu hasil keputusan majelis hakim.

“Kami belum menerima putusan banding ini. Tapi hari ini seperti yang kita lihat pihak USU secara sepihak mengeksekusi mengeluarkan barang-barang dari rumahnya secara sepihak,” katanya.

“Keturunan Prof Tobing ini merasa keberatan dan telah mengajukan gugatan di Pengadilan Negri Medan. Gugatan nomor 140. Saat ini gugutan tersebut masih dalam proses banding. Kita sudah mengajukan banding tanggal 19 Oktober 2020 yang lalu di PN Medan,” sambung Ranto Sibarani.

Baca juga: Cari Kelereng Dalam Parit, Bocah Temukan Granat Manggis di Medan

Pihak USU Diminta Hormati Proses Hukum Yang Sedang Berjalan

Ranto Sibarani mengharapkan agar pihak USU bisa menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan menunggu hasil keputusan PN Medan.

“Saat ini pihak USU mengeksekusi sendiri padahal masih ada perkara di pengadilan yang belum ingkrah yang belum mendapatkan putusan pengadilan yang tetap. Kecuali tidak ada perkara di pengadilan kita sudah meminta, mohonlah di hormati proses hukum di pengadilan tinggi yang belum kami terima keputusannya sampai hari ini,” tandasnya.

Diketahui, rumah tersebut saat ini masih ditempati oleh Hisar Tobing dan Ruben Tobing yang merupakan keturunan dari almarhum Prof TMH Tobing. TMH Tobing merupakan salah seorang guru besar pendiri Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Sumatera Utara (USU).

Pantauan di lokasi, proses eksekusi ini dilakukan oleh pihak USU dengan mengosongkan rumah tersebut. Barang-barang milik penghuni dikeluarkan dan ditempatkan di luar rumah.

Reporter : Alfiansyah

Berita Populer