Connect with us

Nasional

Dinilai Kurang Efektif, KAHMI Sumut Pertanyakan Fungsi PPKM Darurat

“Niat pemerintah bagus, dalam menekan penyebaran COVID-19 melalui PPKM ini. Tapi, rakyat dan pedagang harus diperhatikan juga lah,”

Diterbitkan

on

Dinilai Kurang Efektif, KAHMI Sumut Pertanyakan Fungsi PPKM Darurat (suara pakar)
Ketua Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sumut, H Rusdi Lubis. (Foto: Jafar Wijaya/Suara Pakar)

Suarapakar.com – Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sumut kritisi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Sumatera Utara (Sumut) khususnya Kota Medan yang dinilai kurang efektif.

Ketua Majelis Wilayah KAHMI Sumut, Rusdi Lubis menilai sikap pemerintah dalam pemberlakuan PPKM Darurat memang bertujuan baik. Namun dalam implementasinya, Rusdi melihat fungsi sebenarnya dari PPKM adalah pembatasan bukan pembubaran.

“PPKM ini, sebenarnya (fungsi) pembatasan. Tapi, ini pembubaran dan berarti penegakan disiplin. Ini mengatasinya dengan new normal, artinya itu kedepannya normal,” katanya kepada wartawan, Kamis (22/7/2021).

Rusdi meminta terhadap bentuk kedisiplinan pemerintah dalam menegakkan pelaku pelanggar PPKM Darurat juga harus dibarengi dengan memikirkan kelangsungan hidup masyarakat. Sejak diberlakukannya PPKM Darurat, lanjut kata Rusdi, banyak terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan usaha kecil masyarakat yang tutup.

“Niat pemerintah bagus, dalam menekan penyebaran COVID-19 melalui PPKM ini. Tapi, rakyat dan pedagang harus diperhatikan juga lah,” pintanya.

Anggota DPRD Sumut dari Fraksi Hanura itu juga meminta kepada Pemerintah Provinsi Sumut (Pemrovsu) dan Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk mengevaluasi implementasi kebijakan PPKM Darurat di Sumut khususnya Kota Medan.

“Pemerintah harus mengkoreksi petugasnya, jangan mengkoreksi masyarakatnya saja,” tegasnya.

Baca juga: Rayakan Idul Adha 1442 H, KAHMI Sumut Sembelih 8 Hewan Kurban

Petugas Dinilai Tidak Menjalankan Tugas Sesuai Kebijakan PPKM Darurat

Rusdi menemukan bahwa fakta di lapangan para petugas tidak menjalankan tugasnya sesuai dengan aturan kebijakan PPKM Darurat. Dia melihat meskipun gerai sudah menerapkan protokol kesehatan dan pembatasan jumlah pelanggan petugas tetap membububarkan.

“Berikan penegakan disiplin, bagi orang-orang mencari nafkah. Aturan PPKM sudah bagus, tinggal bagaimana penyerapan aturan itu, ke petugas untuk dijalani. Tapi, tidak sama aturan dan realitanya. Ada main-main bubar,” sebutnya.

Terakhir, Rusdi menyarankan agar kebijakan PPKM Darurat tetap memberikan masyarakat dapat mencari nafkah untuk melanjutkan kelangsungan hidup.

“Saya tanya sekarang, kehidupan sekarang normal atau tidak?. Harus kehidupan itu, normal. Berjalan cemana semestinya, berjalan dengan diharapkan, berjalan untuk mencari makan.Tetap menjalani hidup dengan menerapkan protokol kesehatan dengan menjalani 5M. Menerapkan ini, harus bekerja keras,” pungkasnya.

Reporter: Jafar Wijaya

GRANPRIZE

Berita Populer