Connect with us

Kriminal

Dijanjikan Pekerjaan, Oknum Dosen Cabuli Siswi SMP di Balikpapan

“Korban ditawari pekerjaan menjaga toko handsanitizer milik tersangka makanya mau saja saat diajak AL,”

Diterbitkan

on

Dijanjikan Pekerjaan, Oknum Dosen Cabuli Siswi SMP di Balikpapan (suara pakar)
Pelaku saat diamankan. (Sumber: Suara.com/Setiawan)

Suarapakar.com – Oknum dosen di salah satu universitas swasta di Balikpapan, AL (44), ditangkap Polres Penajam Paser Utara (PPU) lantaran mencabuli siswi SMP berusia 14 tahun, pada Selasa (7/9/2021) lalu.

Pelaku melakukan pencabulan terhadap korban di salah satu hotel bintang empat di pusat kota Balikpapan. AL yang juga pernah maju secara independen sebagai bakal calon Wali Kota Balikpapan ini diringkus anggota kepolisian PPU saat meninggalkan hotel, pada Rabu (8/9/2021) pagi.

Tersangka kami tangkap di depan kantornya di kawasan Balikpapan Permai, Rabu pagi,” ujar Kasatreskrim Polres PPU Iptu Dian Kusnawan, melansir Bontangpost.id, dalam konferensi pers, Senin (13/9/2021).

Dian mengatakan, penangkapan pelaku sendiri bermula dari laporan orangtua korban yang was-was saat menyadari anaknya tak kunjung pulang dari sekolah, Selasa (7/9/2021) siang.

Mendapat laporan, anggota kepolisian langsung bergerak dan melakukan penelusuran. Dari penelusuran, akhirnya diketahui korban bersama AL. Tersangka kata Dian juga pernah terbelit kasus hukum di Balikpapan.

“Kasusnya masalah UU ITE, tapi detailnya kami tidak tahu,” sebutnya.

Sementara itu pelaku sendiri dalam konferensi pers lebih banyak tertunduk.

“No. comment biar pengacara saya saja yang bicara,” katanya.

Baca juga: Oknum Dokter Campur Sperma ke Makanan Ditetapkan Jadi Tersangka

Korban Diiming-imingi Dapat Pekerjaan Oleh Pelaku

Awal perkenalan keduanya berawal dari Facebook. Selanjutnya keduanya bertemu dan pelaku menggunakan sepeda motor membonceng korban menuju Pelabuhan Kelotok Penajam.

Sesampainya di Balikpapan, korban dibawa ke hotel berbintang. Di hotel tersebut, AL mengaku dua kali mencabuli korban.

“Dari keterangan tidak ada pemaksaan saat pencabulan terjadi,” jelas Dian.

Dari hasil visum, lanjut Dian, juga menunjukkan adanya tanda-tanda pencabulan terhadap korban.

“Korban ditawari pekerjaan menjaga toko handsanitizer milik tersangka makanya mau saja saat diajak AL,” pungkas Dian.

Atas perbuatannya, AL harus mendekam di balik jeruji besi. Dia dijerat pasal 81 ayat 2 nomor 17 tahun 2006 tentang perlindungan anak, ancaman hukumannya sampai 15 tahun penjara.

Berita Populer