Connect with us

Peristiwa

Diduga Pungli, Bobby Nasution Copot Camat Medan Maimun

“Karena memang lagi ada kebutuhan inspektorat ada kebutuhan sesuatu priha. Ini kita berhentikan tugasnya sementara mudah mudahan bisa cepat tugasnya,”

Diterbitkan

on

Bobby Nasution Copot Camat Medan Maimun
Wali Kota Medan Muhammad Bobby Nastuion. (Foto: Mhd Ilham Pradilla/Suara Pakar)

Suarapakar.com – Wali Kota Medan mencopot Camat Medan Maimun Yassir Rizka, Senin (5/7/2021) Sore. Hal itu karena diduga melakukan tindakan pidana pemungutan liar (pungli) di wilayah tugasnya.

Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution membenarkan bahwa saat ini ia telah melakukan pencopotan terhadap salah satu camat di Kota Medan tersebut.

“Itu lagi di copot sementara,” tegas Bobby saat dikonfirmasi awak media di Kantor Wali Kota Medan Jalan Kapten Maulana Lubis, Petisah Tengah, Medan Petisah, Kota Medan.

Untuk keberlangsungan proses pemeriksaan dari pihak yang berkaitan, dikatakan Bobby, pihaknya mencopot Camat Medan Maimun untuk sementara.

“Karena memang lagi ada kebutuhan inspektorat ada kebutuhan sesuatu priha. Ini kita berhentikan tugasnya sementara mudah mudahan bisa cepat tugasnya,” kata Bobby.

Saat disinggung alasan pencopotan terhadap Camat tersebut, Bobby enggan untuk menjawab lebih jelas karena bukan dalam ranahnya dalam pemeriksaan tersebut. Namun pihaknya akan memberikan penjelasan jika sudah ada hasil dari pemeriksaan.

“Bukan hak saya yang jawab soalnya bukan saya yang memeriksa,” ujarnya.

Baca juga: Sopir Mobil Boks Sakau Tabrak Warung Makan, 1 Orang Patah Tulang

Lelang Jabatan Camat Medan Maimun

Lebih lanjut dijelaskan Bobby, untuk mengisi kekosongan jabatan Camat Medan Maimun itu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan kementerian dalam negeri (Kemendagri) Tito Karnavian untuk melakukan lelang jabatan.

“Kita nanti kita lakukan lelang jabatan. Kalau melihat aturan ini harus 6 bulan artinya bulan 8 nanti bari bisa buka namun saat kita meeting dengan kementerian Pak Mendagri mengatakan kita diperbolehkan mengusulkan sebelum 6 bulan,” jelasnya.

Pelelangan jabatan sebelum waktunya itu dilakukan karena adanya poin penting guna keberlangsungan Pemerintah Daerah. Sehingga Mendagri membolehkan dengan syarat tertentu.

“Yang kita lakukan kemarin itu ada beberapa poin poin penting Pemko Medan untuk memenuhi target,” ujarnya.

Terakhir, dengan adanya peristiwa tersebut, Wali Kota Medan mengimbau kepada bawahannya ataupun stakeholder Kota Medan agar benar-benar serius bekerja untuk rakyat. Jangan sampai merugikan rakyat apalagi menyengsarakannya.

Reporter: M Ilham Pradilla

GRANPRIZE

Berita Populer