Connect with us

Kriminal

Diduga Mata-mata Polisi, Napi di Jember Dianiaya Dalam Lapas

“Jadi kasus ini murni karena AM dituduh sebagai spionase atau mata-mata polisi pada saat di luar, atau sebelum menjalani masa hukuman”

Diterbitkan

on

Diduga Mata-mata Polisi, Napi di Jember Dianiaya Dalam Lapas (suara pakar)
Aksi penganiayaan yang dilakukan narapidana kasus pembunuhan terhadap seorang pria paruh baya di dalam Lapas Kelas II1A Jember, Jawa Timur. (Sumber: Istimewa)

Suarapakar.com – Kasus kekerasan antar narapidana terjadi di Lapas Kelas II1A Jember, Jawa Timur. Seorang napi nampak dipukuli oleh rekannya sesama napi dan direkam melalui handphone. Rekaman video penganiayaan tersebut beredar ke awak media.

Plt Kepala Lapas Kelas IIA Jember, Sarwito, membenarkan kejadian tersebut.

“Kita mendapat informasi tentang video itu pada 27 September 2021 kemarin, dan langsung kita bentuk tim untuk menelusurinya,” ujar Sarwito, melansir Merdeka.com, Senin (4/10/2021).

Dari hasil penelusuran pihak lapas, penganiayaan terjadi pada 4 September 2021 lalu di toilet umum yang ada di masjid di dalam lapas. Korban penganiayaan adalah AM alias MA, seorang napi kasus pencurian.

“Dia baru masuk 10 hari di dalam lapas, dan masih masa pengenalan lingkungan (mapenaling) selama 14 hari. Saat kejadian, dia hendak berbelanja di kantin lapas, lalu terjadi seperti yang ada di video,” katanya.

Adapun pelaku penganiayaan adalah IP, seorang napi kasus pembunuhan yang sudah lama menghuni lapas. IP divonis hukuman 17 tahun penjara. Kejadian penganiayaan direkam oleh SA, seorang napi kasus narkoba dengan masa hukuman 4 tahun penjara.

“Kami sayangkan karena SA ini sebenarnya tinggal beberapa hari lagi bebas dari lapas,” papar Sarwito.

Baca juga: BNN Gagalkan Peredaran 45 Kg Ganja dari Aceh, 1 Kurir Diamankan

Korban Diduga Sebagai Mata-mata Polisi

Dalam video berdurasi 36 detik itu, juga tampak seorang napi lain yang berusaha melerai penganiayaan. Namun upaya itu tidak berhasil. AM yang tampak seperti pria paruh baya, beberapa kali jatuh tersungkur ke lantai, akibat dianiaya oleh IP yang tampak lebih muda.

Dari hasil klarifikasi, pemicu penganiayaan adalah tuduhan spionase.

“Jadi kasus ini murni karena AM dituduh sebagai spionase atau mata-mata polisi pada saat di luar, atau sebelum menjalani masa hukuman di dalam lapas. Memang hal seperti itu, kalau di dalam lapas, cukup rawan ya,” jelasnya.

Hasil penelusuran tim internal lapas ini, sudah dilaporkan ke Kanwil Kemenkum JAM Jawa Timur dan juga Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kemenkum HAM RI.

“Turun perintah untuk melakukan pemindahan kepada pelaku penganiayaan, IP dan juga pelaku perekaman video, SA. Yakni dipindah ke Lapas Karang Anyar yang ada di Pulau Nusakambangan. Ini merupakan lapas untuk napi kasus high risk,” pungkasnya.

Berita Populer