Connect with us

Peristiwa

Diduga Cabuli Mahasiswi, Oknum Dosen IAIN Kediri Dicopot

Diterbitkan

on

Oknum Dosen IAIN Kediri diduga lakukan pencabulan terhadap mahasiswinya. (Ilustrasi pencabulan).

Suarapakar.com – Seorang oknum dosen di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri, Jawa Timur, dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Program Studi (Kaprodi) setelah dilaporkan cabuli mahasiswi.

Kepala Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) IAIN Kediri Dr Sardjuningsih membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya juga telah banyak menerima aduan terkait pelecehan seksual yang dilakukan oknum dosen. Sejauh ini baru ada satu orang oknum dosen yang terlapor, yaitu laki-laki berinisial MA yang merupakan dosen di Fakultas Ushuludin.

Laporan kami terima pada awal bulan Agustus lalu. Diduga mahasiswi yang menjadi korban cukup banyak,” ungkapnya mengutip lintasjatim.com, Selasa (24/8/2021).

Ia mengakui, kasus kekerasan seksual terhadap mahasiswi itu telah beredar luas di media sosial. Akibatnya, IAIN Kediri pun menuai kecaman. Berbagai kecaman dan tuntutan terus mengalir agar kasus tersebut diusut tuntas. Para korban juga berharap pelaku bisa ditindak tegas.

Sementara itu, Wakil Rektor 3 IAIN Kediri Dr Wahidul Anam M.Ag mengatakan, oknum dosen cabul tersebut telah dipanggil dan sudah ada tindakan tegas oleh pihak rektorat IAIN Kediri.

“Oknum tersebut sudah tidak lagi menjabat sebagai Kaprodi. Namun, MA masih tetap mengajar sebagai dosen di Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Kediri seperti biasa,” kata Wahidul.

Baca juga: Pukul Kepala Dandim, 2 Remaja di Buleleng Bali Dihajar TNI

Modus Skripsi, Oknum Dosen IAIN Cabuli Mahasiswi

Sardjuningsih menjelaskan, tim PSGA terus mendalami laporan tersebut dan mengumpulkan bukti-bukti pendukung. Namun, ia mengakui kesulitan keterangan para korban.

“Kesulitan yang kami hadapi adalah banyak korban yang tidak berani bersuara karena merasa takut dan malu,” jelasnya.

Modus yang dilakukan oknum dosen MA tersebut, mahasiswa dilarang membawa teman untuk bimbingan skripsi dirumah pelaku.

“Berdasarkan kesaksian korban, modus yang dipakai pelaku salah satunya mengajak ke rumah dengan maksud untuk membimbing penulisan skripsi,” jelas Sardjuningsih.

Menurutnya, pihak kampus akan memberikan hak pada korban untuk meneruskan kuliah dan melanjutkan skripsi hingga lulus.

“Kami siap memberikan pendampingan psikologis pada korban,” pungkasnya.

KELASTRADING

Berita Populer