Connect with us

Peristiwa

Depresi, IRT di Deliserdang Sumut Bunuh Diri Didepan Anak

“Untuk dugaan sementara, korban diduga mengalami depresi hingga nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri,”

Diterbitkan

on

IRT di Deliserdang Sumut Bunuh Diri (suara pakar)
Korban Mata Hati Harefa ditemukan tewas tergantung didalam kamarnya, Sabtu (21/8/2021). (Sumber: Polresta Deliserdang/Gunawan).

Suarapakar.com – Diduga depresi tekanan ekonomi, ibu rumah tangga (IRT) Mata Hati Harefa (31), ditemukan tewas tergantung dikamar rumahnya di Dusun III Kampung Tengah Desa Biru Biru Kecamatan Biru-Biru Kabupaten Deliserdang, Sabtu (21/08/2021) malam.

Kapolsek Biru Biru Iptu Cahyadi membenarkan kejadian tersebut, korban pertama kali ditemukan oleh suaminya, Sepman Girang (34) yang baru pulang dari ladang. Aksi nekat korban mengakhiri hidup itu diduga dilakukan didepan anak bungsunya.

“Korban tewas gantung diri dengan seutas tali nilon tebal yang diikat tepat di plafon kamarnya,” ungkap Minggu (22/8/2021).

Katanya, korban terakhir kali bertemu dengan suami dan anak-anaknya pada Sabtu (21/8/2021) pagi. Saat itu, Suami dan anak pertama dan kedua pamit pergi ke ladang. Usai suaminya pergi, Mata Hati bersama anak bungsunya itu masuk kedalam kamar. Hingga sore hari, terdengar tangisan anak bungsunya dari kamar.

“Anak korban terdengar menangis didalam kamar. Ibu mertua korban yang mendengar suara tangisan cucunya mengetuk pintu kamar namun tidak ada jawaban dari korban. Saat pintu kamar didorong tapi terkunci dari dalam,” jelasnya.

Peristiwa dugaan bunuh diri itu dilaporkan ke tetangga yang juga lakukan hal sama. Namun, tak juga ada jawaban dari ibu tiga anak itu. Hingga menjelang malam suami korban bersama dua anaknya pulang dari ladang. Sang suami, Sepman pun langsung mendobrak pintu dan mendapati istrinya tewas dengan posisi gantung diri.

Baca juga: Puting Beliung Terjang Medan Polonia, Brimob Polda Sumut Bantu Evakuasi

IRT Bunuh Diri Didepan Anak, Keluarga Tak Mau Korban Diautopsi

Cahyadi menyebutkan, pihaknya yang menerima laporan tersebut langsung melakukan olah TKP dan mengidentifikasi penyebab kematian IRT tersebut. Korban tewas dengan posisi leher terjerat tali. Sejumlah saksi pun diperiksa, termasuk suami dan mertua korban.

“Untuk dugaan sementara, korban diduga mengalami depresi hingga nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri,” sebut Cahyadi.

Cahyadi mengatakan, keluarga menolak dilakukan autopsi terhadap korban dan menerima kematian Mata Hati akibat bunuh diri. Hasil identifikasi pun meyakinkan, tak ada tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban dan diyakini murni bunuh diri.

“Keluarga korban tidak ingin melanjutkan kasus ini dan berniat akan segera memakamkan korban dengan membuat surat pernyataan tertulis tidak keberatan,” pungkas Cahyadi.

Kontributor: Gunawan

KELASTRADING

Berita Populer