Connect with us

Nasional

Demi Konten, 2 Sopir Angkot Oleng Ini Viral Setelah Ditangkap Polisi

Polisi menangkap kedua sopir itu untuk memberikan efek jera, agar kejadian serupa tidak terulang lagi

Diterbitkan

on

sopir angkot ugal-ugalan

Suarapakar.com – Dua orang sopir angkot diamankan personel Satlantas Polres Mandailing Natal (Madina) setelah aksi mereka ugal-ugalan dijalan membuat konten media sosial ‘Angkot Oleng’ viral. Aksi keduanya membahayakan mereka sendiri juga penguna jalan lainnya.

Kasatlantas Polres Madina, AKP Septian Rianto mengatakan, pihaknya langsung mengamankan kedua sopir angkot oleng tersebut setelah mengetahui aksi berbahaya mereka.

“Kedua sopir yang kita amankan itu bernama M Khairul Ikhsan (18) dan M Amri (27),” ungkap Septian, Selasa (16/2/2021).

Septian menambahkan, video sopir angkot ugal-ugalan tersebut viral, Minggu (14/2/2021). Polisi yang melihat video tersebut, kemudian melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku, Senin (15/2/2021) kemarin.

“Tak butuh waktu lama, berkat bantuan jajaran saya yang bertugas di Pos Lantas Kota Nopan, mereka dapat kami amankan,” ucapnya.

AKP Septian menambahkan bahwa, pihak kepolisian menangkap kedua sopir itu demi memberikan efek jera, agar kejadian serupa tidak terulang lagi. Soalnya, perbuatan kedua sopir Angkota itu bisa membahayakan keselamatan si sopir dan pengguna jalan lain.

“Kedua pengemudi angkutan umum tersebut, juga telah mengklarifikasi bahwa tindakan mereka menyalahi aturan. Dan mereka memohon maaf serta membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya lagi,” jelasnya.

Baca juga: Buat Kerumunan, The Jungle Water Park Minta Maaf, Netizen: Selesai?

Polisi Tilang Kedua Sopir Angkot Oleng

Satlantas Polres Madina pun menilang kedua sopir Angkot itu dan polisi menjerat keduanya dengan pasal 311 ayat (1) UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

“Setiap orang yang dengan sengaja mengemudikan kendaraan bermotor dengan cara atau keadaan yang membahayakan bagi nyawa atau barang dipidana dengan pidana penjara paling lama satu tahun atau denda paling banyak Rp 3 juta,” jelas AKP Septian.

Reporter: Jafar

Berita Populer