Connect with us

Ekonomi

Dampak Pandemi, Kapolres Deiyai Bantu Perajin Tas Noken Pasarkan Secara Online

“Kita dukung kerajinan tas noken mulai dari pengerjaan dan pemasarannya (secara onlien),”

Diterbitkan

on

Kapolres Deiyai Bantu Perajin (suara pakar)
Kapolres Deiyai AKBP Herzoni Saragih berdialog dengan pedagang dan perajin Noken. (sumber: incek-dok Polres Deiyai/suara pakar)

Suarapakar.com – Pandemi Covid-19 belum juga berakhir yang berimbas kepada sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Termasuk para perajin tas noken, khas ikonik Papua ini yang terkena imbasnya.

Semua pihak sepertinya harus bahu membahu untuk mengatasi dampak dari situasi pandemi ini. Demi menggerakkan kembali roda perekonomian, Polres Deiyai kemudian melakukan pendekatan dan perhatian kepada perajin tas noken yang berada di Pasar Waghete, Kabupaten Deiya, Papua.

“Kebanyakan perajin yang mengerjakan di sela-sela waktu kosong mereka para ibu-ibu dan anak muda,” kata Kapolres Deiyai AKBP Herzoni Saragih, Senin (15/3/2021).

Herzoni yang belum genap sebulan menjabat kapolres ini, merasa prihatin dampak Covid-19 tersebut, berimbas kepada industri kerajinan masyarakat ini. Apalagi tas nokes menjadi salah satu ikon budaya daerah setempat.

“Kita dukung kegiatan masyarakat ditengah pandemi Covid-19 agar perekonomian mereka membaik. Salah satunya mengembangkan perajin tas noken yang ada di Kabupaten Deiyai,” ujar mantan Kasubdit IV/Tipiter Dit Reskrimsus Polda Sumut itu.

Baca juga: Siapa Mr Hu, Bahayakan Kelangsungan Hidup UMKM Lokal

Herzoni Dorong Produk Papua Bersaing di Pasar Online

Herzoni menyebut, dukungan tersebut tidak hanya berupa pendekatan semata. Jika dimungkinkan ia akan memfasilitasi wadah toko online agar masyarakat di luar Papua juga dapat memiliki tas kebanggaan asal Papua ini.

“Kita dukung kerajinan tas noken mulai dari pengerjaan dan pemasarannya. Sekarang juga sudah mudah dalam pemasaran karena adanya internet.”

“Tujuannya untuk pemulihan perekonomian warga di tengah covid-19,” imbuhnya.

Noken merupakan kerajinan tangan khas Papua berbentuk seperti tas. Fungsinya sangat beragam. Masyarakat Papua biasa menggunakan untuk membawa barang.

Seperti kayu bakar, tanaman hasil panen, sampai barang-barang belanjaan. Noken yang kecil biasa dipakai untuk membawa kebutuhan pribadi. Tas noken yang dibuat dari akar anggrek dan benang memiliki variasi harga mulai dari Rp700 ribu sampai Rp1 juta.

Berita Populer