Connect with us

Peristiwa

Dahsyatnya Gunung Sinabung Muntahkan Awan Panas

“Erupsi yang terjadi pagi tadi merupakan erupsi tertinggi dari Gunung Sinabung sejak 2020 hingga 2021”

Diterbitkan

on

Gunung Sinabung Muntahkan Awan Panas (Suara Pakar)
Muntahan awan panas Gunung Sinabung yang terjadi Selasa (2/3/2021) pagi. (Foto: Jafar Wijaya)

Suarapakar.com – Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, memuntahkah awan panas yang disertai abu vulkanik pada Selasa (2/3/2021) pukul 06.42. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Sinabung melansir sebuah video betapa dahsyatnya Gunung Sinabung Muntahkan awan panas.

Kepala Satgas PVMBG Sinabung, megungkapkan detik-detik terjadinya muntahan awan panas Gunung Sinabung. Menurutnya, muntahan tersebut terjadi secara vertikal (ke atas) melebihin 17 ribu meter.

“Terjadi 13 kali luncuran awan panas sejak pukul 06.42 WIB sampai pukul 08.08 WIB. Arahnya mengarah ke Tenggara Timur sejauh 5 KM dan kolom abu secara vertikal di atas 17.000 meter atau 17 Kilometer,” kata Kusnadi kepada wartawan.

Sepanjang 2020 hingga 2021, PVMBG mencatat bahwa erupsi Sinabung yang terjadi pada pagi tadi merupakan erupsi yang tertinggi dari Gunung Sinabung.

“Kalau dilihat bahwa erupsi yang terjadi pagi tadi merupakan erupsi tertinggi dari Gunung Sinabung sejak 2020 hingga 2021,” katanya.

Iing Kusnadi menjelaskan bahwa pada 2020, pembentukan kubah lava di atas Gunung Sinabung. Di mana, volumenya sudah lebih dari 4 juta meter kubik.

“Sementara, hari ini lidah api yang ada di kubah lava sudah sebagian terjadi erupsi awan panas yang arahnya ke arah Tenggara – Timur,” jelasnya.

Pasca erupsi Sinabung pagi tadi masih terjadi erupsi susulan. “Pasca erupsi tadi, terus ada susulan erupsi-erupsi vertikal dengan tinggi sekitar 1.000 meter dan masih ada guguran-guguran. Mungkin dari kubah lava yang arahnya ke Barat-Barat Daya,” terang Iing Kusnadi.

Baca juga: Sudah 40 Desa Terkena Dampak Erupsi Gunung Sinabung

Empat Kecamatan Terdampak Erupsi

Sementara, hingga saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo telah menerima laporan terbaru bahwa sudah ada empat kecamatan yang terkena dampak dari abu vulkanik Sinabung.

“Sampai saat ini laporan yang kita terima sudah ada empat kecamatan yang terkena dampak akibat abu vulkanik Sinabung pascaerupsi tadi pagi yaitu Kecamatan Tiganderket sebanyak 17 Desa, Kecamatan Kutabuluh 8 Desa, Kecamatan Tigabinanga 15 Desa dan Kecamatan Lau Baleng,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo, Natanail Perangin-angin.

Sebelumnya, pada pukul 07.07 WIB terjadi awan panas guguran akibat kubah lava yang membeku di puncak Gunung Sinabung dengan jarak luncuran 2.000 meter (2 KM) kearah Tenggara – Timur.

Kemudian pada pukul 07.11 WIB terjadi awan panas guguran akibat kubah lava yang membeku di puncak Gunung Sinabung dengan jarak luncuran 3.000 meter (3 KM) kearah Tenggara – Timur.

Terakhir, pukul 07.15 WIB terjadi erupsi diikuti awan panas guguran akibat kubah lava yang membeku di puncak Gunung Sinabung dengan jarak luncuran 4.500 meter (4,5 KM) kearah Tenggara – Timur dengan tinggi kolom 5.000 meter (5 KM).

Gunung Sinabung Berstatus Level 3

Untuk diketahui, saat ini Gunung Sinabung (2460 mdpl) di Kabupaten Karo berada pada status Level III (Siaga). Oleh karena itu masyarakat dan pengunjung atau wisatawan agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 km dari puncak Gunung Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara.

Kusnadi menyebut, abu terbawa angin ke arah Barat Daya. Kemudian terjadi susulan erupsi-erupsi vertikal dengan tinggi sekitar 1.000 meter dan masih ada guguran-guguran mungkin dari kubah lava yang arahnya ke Barat-Barat Daya

Salama 2020 sampai 2021. Di mana, pada 2020 pembentukan kubah lava di atas dan volumenya lebih dari 4 juta mater kubik dan hari ini lidah yang ada di kubah lava sebagian sudah terjadi erupsi awan panas dan mengarag ke arah Tenggara-Timur.

Video Dahsyatnya Gunung Sinabung Muntahkan Awan Panas

Reporter: Jafar Wijaya

Berita Populer