Connect with us

Nasional

Cuti Bersama Natal 2021 Dihapus, Pemerintah Ungkap Alasannya

Pemerintah resmi menghapus libur bersama pada 24 Desember 2021.

Diterbitkan

on

Cuti Bersama Natal 2021 Dihapus (suara pakar)
Foto ilustrasi cuti bersama hari natal 2021 dihapus. (Sumber: Istimewa)

Suarapakar.com – Pemerintah resmi menghapus cuti bersama Hari Raya Natal pada 24 Desember 2021. Ini bertujuan sebagai upaya menekan pergerakan warga menjelang akhir tahun guna mencegah terjadinya lonjakan penularan Covid-19.

Penghapusan cuti bersama Hari Raya Natal 2021 tertuang dalam surat keputusan bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tentang hari libur nasional dan cuti bersama 2021.

“Kebijakan tersebut semata-mata dilakukan untuk membatasi pergerakan orang yang lebih masif menjelang libur akhir tahun,” kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy sebagaimana dikutip dalam keterangan tertulis pemerintah yang diterima di Jakarta, Rabu (27/10/2021).

“Kegiatan berskala besar dan luas seperti libur nasional dan libur kegiatan keagamaan biasanya menyebabkan kerumunan massa dan seringkali menyebabkan terjadinya lonjakan kasus Covid-19,” lanjut Muhadjir menjelaskan.

https://bit.ly/kodesuarapakar

Baca juga: Menag Yaqut Klarifikasi Sebut Kemenag Hadiah Negara untuk NU

ASN Dilarang Ambil Cuti Natal dan Akhir Tahun

Lebih lanjut Muhadjir mengatakan, pemerintah juga melarang aparatur sipil negara (ASN) mengambil cuti dengan memanfaatkan momentum hari libur nasional, khusus untuk kesempatan ini, libur natal dan tahun baru.

“Kami upayakan menekan sedikit mungkin yang akan berpergian. Dan ini sudah diberi pagar-pagar pembatasan. Mulai dari tidak adanya libur cuti bersama, kemudian pelarangan mereka untuk mengambil cuti akan kita lakukan,” katanya.

Selain itu dikatakannya, warga yang harus menempuh perjalanan wajib memenuhi persyaratan perjalanan dan menjalani pemeriksaan ketat.

Persyaratan bagi warga yang hendak melakukan perjalanan di antaranya sudah menjalani vaksinasi serta membawa surat keterangan negatif tes PCR untuk pengguna sarana transportasi udara. Serta tes antigen untuk pengguna sarana transportasi darat.

“Sehingga nanti kami harapkan jumlah mereka yang akan melakukan perjalanan bisa dibatasi dan juga dikendalikan. Terutama di dalam pengawasan menghindari kemungkinan terjadinya gejala ikutan yaitu mereka pulang pergi membawa oleh-oleh Covid-19,” pungkas Muhadjir.

Berita Populer