Connect with us

Al Islam

Ciri-Ciri Setan dalam Pandangan Islam Berdasarkan Al Quran

Setan merupakan makhluk yang menjauhkan diri dari kebenaran tidak taat kepada Allah, tetapi Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengizinkannya untuk mempengaruhi manusia menjadi pengikut setan.

Diterbitkan

on

Ciri Ciri Setan (suara pakar)
Gambar sebagai ilustrasi, ciri-ciri setan dalam pandangan Islam. (foto: Suarapakar.com).

Suarapakar.com – Untuk mengetahui bagaimana ciri-ciri setan dalam pandangan Islam, maka dapat kita lihat dalam keterangan Al Quran. Bahwa Setan itu berasal dari golongan jin dan manusia.

Sebagaimana Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,

وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الْإِنْسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا ۚ وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ ۖ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ

“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) Manusia dan (dari jenis) Jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia).

Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.” (Surat ke-6 Al An’am, ayat 112).

Pada ayat lain, Allah Subhanahu Wa Ta’ala juga memberikan ciri-ciri setan,

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاس *ِ مَلِكِ النَّاسِ * إِلَهِ النَّاس * مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاس *ِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ * مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاس (سورة الناس)

“Katakanlah, Aku berlindung kepada Tuhannya manusia. Rajanya manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) Setan yang bersembunyi.

Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. Dari (golongan) jin dan manusia.” (Surat ke-114 An Naas, ayat 1-6).

Baca juga: Cara Membentengi Diri dari Pengaruh Setan dengan Doa

Pendapat Ulama Mengenai Setan Berasal dari Golongan Jin dan Manusia

Syekh Ibnu Utsaimin Rahimahullah menjelaskan dalam Tafsir Juz Amma, melansir dari umma.id,

“Adapun firman Allah: ( مِنْ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ) maksudnya adalah sesungguhnya bisikan itu datangnya dari jin, dan bisa jadi datangnya dari anak cucu Adam. Adapun bisikan jin, maka jelas sekali karena jin itu berjalan melalui peredaran darah anak Adam.

Adapun bisikan anak cucu Adam, maka alangkah banyaknya mereka yang mendatangi manusia lain lalu mempengaruhi mereka dengan pengaruh yang dihiasi keindahan.

Lalu disusupkan ke dalam hati mereka sehingga mengikuti apa yang disampaikan, hingga akhirnya orang itu mengikuti apa yang mereka bisikkan.”

Kemudian dalam keterangan ayat lain yang sejalan dengan pendapat ini, menjelaskan bahwa melalui makan dan minum secara sistematik memproduksi aliran darah manusia. Sehingga setan akan ikut masuk ke dalam tubuh manusia yang suka memakan makanan yang haram dan buruk.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (Surat ke-2 Al Baqarah, ayat 168).

Maka dari ayat-ayat tersebut dapat Anda urai sendiri ciri-ciri setan yang berasal dari golongan jin dan manusia. Semoga kita tetap istiqomah pada jalan kebenaran, dan dijauhkan dari tipudaya setan.

Wallahu a’lam,

Berita Populer