Connect with us

Nasional

Cerita Ardelia, Ditunjuk Jadi Pembawa Baki Bendera Pusaka di Istana Negera

“Pak Gubernur menyampaikan di 2020 dan 2019 kita adalah pembawa baki sore, Alhamdulillah di 2021 kondisi pandemi kita bisa bawa baki pagi jadi ini keberhasilan kita semua,”

Diterbitkan

on

Cerita Ardelia Ditunjuk Jadi Pembawa Baki (suara pakar)
Rifaldy Prayoga (kiri), Ketua Purna Paskibraka Indonesia Sumut Mayor Sus Hendra Nasution (tengah), Ardelia Muthia Zahwa (kanan) menghadiri undangan Gubsu, Senin (23/8/2021). (Foto: Ilham/Suara Pakar)

Suarapakar.com – Ardelia Muthia Zahwa membuat harum Provinsi Sumatera Utara (Sumut) usai terpilih menjadi pembawa baki bendara merah putih pada upacara kemerdekaan Indonesia yang ke-76 di Istana Negara, Jakarta, Selasa (17/8/2021) lalu.

Ia pun turut membagikan pengalamannya selama menjalani masa latihan sebelum dipercaya menjadi pembawa baki. Hal itu disampaikan Ardelia saat menghadiri undangan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi, di Rumdis Gubsu, Jalan Sudirman Medan, Senin (23/8/2021).

Gadis kelahiran Kota Tebing Tinggi itu juga tak menampik semasa latihan mengkuti seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskribraka) Nasional di Istana Negara cukup berbeda di masa Pandemi Covid-19.

Ditambahkannya, serangkaian kegiatan latihan yang padat disertai penerapan protokol kesehatan (prokes) menjadi nilai tambah tersendiri baginya untuk termotivasi menjadi pembawa baki di tengah suasana Pandemi Covid-19.

“Jadi di sana itu kami latihan menggunakan dua masker, jaga jarak, prokes yang ketat,” ungkapnya kepada awak media.

Ardelia, perempuan yang sedang mengemban pendidikan di tingkat menengah atas di SMA Harahapan 1 Medan itu pun mengaku awalnya tak menyangka terpilih sebagai pembawa baki. Kendati, demikianlah menurutnya, usaha dan doa membawanya hingga sampai ke titik tersebut.

“Waduh gak nyangka sih awalnya, kayak bersyukur banget, bangga sama diri sendiri bisa sampai ke titik itu,” ujarnya.

“Terus berusaha dan berdoa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” sambungnya.

Hal senada juga diungkapkan Rifaldy Prayoga yang turut terpilih menjadi anggota Paskibraka Nasional pada upacara kemarin. Rifaldy mengaku serangkaian tes kesehatan membuat suasana seleksi menjadi Paskribraka membuat pengalaman tersendiri.

Diungkapkannya, selama mengikuti seleksi, setiap hari mereka menjalani serangkaian tes antigen serta PCR.

“Kami tuh satu kamar satu orang, dan tiga hari sekali kami antigen terus. 5 hari sebelum masuk istana, PCR terus,” ujarnya menambahkan Ardelia.

Baca juga: Ardelia Muthia Bawa Baki Bendera Merah Putih, Gubsu: Kebanggaan

3 Kali Berturut Sumut Terpilih Sebagai Pembawa Baki di Istana Negara

Sementara itu, Ketua Purna Paskibraka Indonesia Sumut Mayor Sus Hendra Nasution mengungkapkan bahwa Sumut telah terpilih menjadi pembawa baki nasional di Istana Negara tiga kali berturut-turut.

Hendra menjelaskan pada tahun 2019 dan 2020, Sumut terpilih menjadi pembawa baki sore dan pada tahun 2021 menjadi pembawa baki pagi.

“Pak Gubernur menyampaikan di 2020 dan 2019 kita adalah pembawa baki sore, Alhamdulillah di 2021 kondisi pandemi kita bisa bawa baki pagi jadi ini keberhasilan kita semua,” terangnya.

Hendra pun mengaku tak menyangka Ardelia terpilih menjadi pembawa baki pada upacara kemerdekaan di Istana Negera. Apalagi, lanjut kata dia, pengumuman Ardelia sebagai pembawa baki satu jam sebelum pelaksanaan upacara.

“Proses mereka ini betul-betul dirahasiakan satu hari sebelum tanggal 17, Ardelia diberitahu membawa baki itu di satu jam sebelum 17 pagi jadi betul-betul suprise lah dan ini suatu keberhasilan buat Sumatera Utara,” pungkasnya.

KELASTRADING

Berita Populer