Connect with us

Peristiwa

Buat Laporan Palsu Kebakaran, Ini Sanksinya

Kalau kita turun ke lokasi jalanan pasti macet, pengguna jalan terganggu.

Diterbitkan

on

laporan palsu kebakaran
Kantor Dinas Pencegah dan Pemadam Kebakaran (P2K) Kota Medan, Jalan Candi Borobudur, Medan Petisah, Senin (8/2/2021). (Foto: suarapakar.com)

Suarapakar.com– Dinas Pencegah dan Pemadam Kebakaran  (P2K) Kota Medan mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membuat laporan palsu kebakaran. Mengingat, ada sanksi yang berat bagi yang melakukannya.

Kepala Seksi Pengendali Komunikasi Dinas P2K Kota Medan, Leo mengatakan hingga Januari 2021, pihaknya telah menerima 3 laporan palsu kebakaran.

“Sudah ada 3 laporan palsu. Kita datang ke lokasi, ternyata tidak ada kebakaran,” paparnya kepada Suarapakar.com, Senin (8/2/2021).

Leo menambahkan untuk memudahkan masyarakat membuat laporan kebakaran, pihaknya telah meluncurkan aplikasi E-damkar Medan.

“Kita sudah meluncurkan aplikasi baru yang bernama E-damkar Medan. Untuk Login ke dalam aplikasi tersebut, harus meregistrasi nomor HP dan NIK (Nomor Induk Kependudukan). Kita berharap kedepan masyarakat melapor sudah berbasis android E-Damkar tersebut,” jelasnya.

Namun, Leo mengingatkan agar masyarakat tidak menyalahgunakan aplikasi E-damkar Medan tersebut. Soalnya, ada sanksi yang berat bagi yang menyalahgunakannya.

“Seandainya pelapor sudah memasukkan nomor induk yang asli, maka ketika dia memberikan laporan kita anggap sudah valid. Karena, kalau dia bermain dengan laporannya, maka NIK-nya akan terganjal ketika dia akan mengurus Akte Keluarga, Kartu Keluarga karena NIK sudah terecord.  Nanti, kita laporkan ke Dinas Dukcapil,” tegas Leo.

Baca juga: Mobil VW Terbakar Gemparkan Warga Jalan Air Bersih Medan

Laporan Palsu Kebakaran Tak Hanya Rugikan Petugas Damkar

Leo mengharapkan kedepan jangan ada lagi orang yang tidak bertanggungjawab membuat laporan palsu kepada Dinas P2K Medan. Karena hal itu dapat merugikan para petugas Dinas P2K Medan.

“Kalau pun melalui 113, tolonglah untuk keadaan yang benar-benar darurat. Kalau kita turun ke lokasi jalanan pasti macet, pengguna jalan terganggu. Karena petugas tidak pernah membawa mobil Damkar pelan-pelan, petugas langsung tancap gas. Selain itu, ada biaya yang sudah pasti dikeluarkan,” jelasnya.

“Disitu ada resiko jadi kita mengorbankan diri kita berjuang mempercepat waktu sampai dan ternyata tidak ada kejadian apa-apa. Itu sama dengan merugikan petugas. Terlebih, saat bersamaan ada panggilan yang asli. Pasti pelayanan masyarakat akan berkurang kalau ada telepon-telepon yang palsu,” sambung Leo.

Terobosan Dinas P2K Kota Medan Minimalisir Laporan Palsu Kebakaran

Reporter: Rezky Herdana

Berita Populer