Connect with us

Nasional

Bobby Nasution Izinkan Pedagang Tetap Buka Selama PPKM Darurat

“Kita akan berikan bantuan tetapi bukan kepada pengusahanya, ini kepada pegawainya yang terkena dampak,”

Diterbitkan

on

Bobby Nasution Janji Beri Bantuan ke Warga (suara pakar)
Wali Kota Medan Muhammd Bobby Afif Nasution, (Foto: M Ilham Pradilla/Suara Pakar)

Suarapakar.com – Wali Kota Medan Muhammd Bobby Afif Nasution akan tetap mengizinkan masyarakat untuk berdagang selama penerapan PPKM Darurat.

Hal itu disampaikannya usai menggelar rapat bersama Kapolda Sumut, Kapolrestabes Medan. Ia mengatakan, pihaknya akan memberikan ruang kepada pedagang untuk berjualan dengan sistem take away.

“Saya sampaikan ini, kegiatan ekonomi seperti berjualan masih boleh. Namun, harus diingat jangan ada lagi meja dan kursi yang di lipat, melainkan kursi dan meja ditiadakan,” ujar Bobby kepada awak media, Rabu (14/5/2021).

“Maka dari itu jangan ada lagi jika ini terlihat jika petugas kita masuk kedalam masih terlihat akan dilakukan penindakan,” lanjutnya.

Dalam penerapan take away tersebut, dikatakan Bobby, penjual makanan ataupun minuman yang ada di Kota Medan harus memberikan ruang antrian yang tidak menimbulkan kerumunan. Agar terhindar dari penyebaran Covid-19 ditengah situasi PPKM Darurat Kota Medan yang sedang berlangsung.

“Boleh buka tapi di bungkus. Buat jalur antriannya, jangan sampai ada penumpukan,” ucap Bobby.

“Intinya bukan untuk menghambat perekonomian tapi ini untuk mengurangi mobilitas dan kerumunan untuk bantuan Minggu ini akan kita salurkan,” sambungnya.

Baca juga: 400 Kamar di Hotel Soechi Disiapkan Untuk Pasien Covid-19

Bobby Nasution akan Beri Bantuan Kepada Masyarakat Terdampak PPKM Darurat

Dengan adanya penerapan PPKM Darurat ini, Bobby menilai, banyak masyarakat yang akan terdampak dari segi faktor ekonominya. Seperti pedang kaki lima dan juga para karyawan yang bekerja di perusahaan yang ada di Kota Medan.

“Kita akan berikan bantuan tetapi bukan kepada pengusahanya, ini kepada pegawainya yang terkena dampak,” sebutnya.

Selama tiga hari proses sosialisasi, diungkapkannya, tingkat mobilitas masyarakat sudah mulai menurun. Selain itu, sebagian masyarakat juga sudah banyak yang mematuhi mulai dari masyarakat biasa hingga para pedagang .

“Mengurangi mobilitas dalam 3 hari ini menunjukkan angka yang baik. Angka yang baik dalam arti, kegiatan masyarakat atau mobilitas masyarakat bisa dilihat sudah mulai berangsur-angsur membaik sudah berangsur-angsur berkurang,” ujar Bobby

“Dari awal hari Senin, traffic masih tinggi. Namun, hal ini bisa sama-sama kita lihat dan pantau. Terakhir, kita lihat ini sangat berkurang. Yang kita inginkan ke depannya sebenarnya, artinya masyarakat sudah sadar dan mematuhi,” tambahnya.

Maka dari itu, ditambahkan Bobby, pihaknya akan melakukan cara yang ampuh yakni melakukan penyekatan di beberapa titik wilayah perbatasan kota Medan. Untuk mengurangi mobilitas masyarakat Kota Medan.

“Salah satu caranya adalah dengan melakukan penyekatan di jalan ada 18 titik. 5 titik di pintu ke pintu masuk kota Medan. 10 titik ada di inti kota Medan. Dan 3 titik itu tetap fokus di Medan Belawan,” ungkapnya.

“Delapan belas penyekatan yang permanen ini akan kita terapkan dalam rangka PPKM Darurat. Tadi saya sampaikan PPKM darurat ini intinya kita ingin mengajak masyarakat kita bisa sama-sama menerapkan protokol Kesehatan 5M,” sebut Bobby.

Reporter: M Ilham Pradilla

GRANPRIZE

Berita Populer