Connect with us

Nasional

BMKG: Waspada Potensi Cuaca Ekstrem di 31 Provinsi Sepekan ke Depan

“Kondisi tersebut, dipicu oleh peningkatan aktivitas dinamika atmosfer seperti aktifnya Madden Julian Oscillation (MJO) dan fenomena gelombang atmosfer yaitu gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial,”

Diterbitkan

on

Suara Pakar - Waspada Potensi Cuaca Ekstrem
Citra satelit cuaca Selasa (8/2/2022), (Foto: BMKG)

Suarapakar.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan.

Hal ini berdasarkan analisis dinamika atmosfer terkini adanya potensi peningkatan curah hujan dalam periode sepekan ke depan di sebagian besar wilayah Indonesia.

“Kondisi tersebut, dipicu oleh peningkatan aktivitas dinamika atmosfer seperti aktifnya Madden Julian Oscillation (MJO) dan fenomena gelombang atmosfer yaitu gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial,” kata Deputi Bidang Meteorologi, Guswanto dalam keterangan rilisnya, Selasa (8/2/2022).

Mengamati kondisi tersebut, imbuh Guswanto, BMKG memberikan peringatan dini terdapat potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang-lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang serta gelombang tinggi. Adapun potensi hujan sedang-lebat diprediksi terjadi di wilayah seperti Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kep. Riau, Jambi, Sumatra Selatan, dan Lampung.

“Lalu Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali. Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, serta Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, serta Papua,” lanjutnya.

Oleh karena itu, BMKG meminta masyarakat untuk waspada dan berhati-hati terhadap dampak cuaca ekstrem hingga 14 Februari 2022.

“Dan dampak terhadap bencana hidrometeorologi yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, hingga pohon tumbang,” tulis BMKG.

Kemudian sejumlah wilayah perairan seperti Perairan Kepulauan Anambas- Kepulauan Natuna hingga Samudera Pasifik Utara Papua Barat sampai Papua mengalami tinggi gelombang 2,5 sampai 4 meter. Sementara Perairan Barat Lampung sampai Samudera Hindia Barat Lampung hingga Selatan Jawa Barat tinggi gelombangnya 4 sampai 7 meter.

Bibit Siklon Tropis 93S Tumbuh di Sekitar Samudra Hindia

Sementara itu, kata Guswanto, Jakarta Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) BMKG memantau pertumbuhan Bibit Siklon Tropis 93S yang terbentuk di sekitar Samudra Hindia sebelah Barat daya Banten, tepatnya di 13.8°LS 105.5°BT. Dengan kecepatan angin maksimum di sekitar sistemnya mencapai 30 knot (56 km/jam) dan tekanan udara minimum di sekitar pusat sistem mencapai 1000

“Meskipun Sistem Bibit Siklon 93S bergerak ke arah selatan atau menjauhi wilayah indonesia, dalam periode 24 jam kedepan masih berada pada kategori sedang untuk menjadi sistem Siklon Tropis,” katanya.

Guswanto juga menjelaskan suatu kriteria bahwa Bibit Siklon dapat dikatakan meningkat menjadi Siklon Tropis adalah apabila kecepatan angin maksimum di sekitar sistemnya mencapai minimal 35 knot (65 km/jam). Keberadaan Bibit Siklon Tropis 93S tersebut dapat membentuk daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin di wilayah Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah pusat tekanan rendah dan di sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut.

Berita Populer