Connect with us

Tekno Sains

Besok, Badai Matahari Terpanjang Sepanjang Sejarah Diprediksi Hantam Bumi

“Data tampilan pertama menunjukkan itu mungkin memberikan pukulan sekilas ke medan magnet Bumi pada 28 November,”

Diterbitkan

on

Badai Matahari Terpanjang Sepanjang Sejarah (suara pakar)
Foto Ilustrasi Badai Matahari. (Sumber: IdnTimes)

Suarapakar.com – Para peramal cuaca ruang angkasa bersiap menghadapi awan plasma panas dan medan magnet dari Matahari atau yang biasa disebut badai matahari yang diprediksi akan menyerang Bumi Besok, Minggu (28/11/2021). Fenomena ini disebut coronal mass ejection (CME).

Para astronom di SpaceWeather.com memperingatkan bahwa CME bisa mencapai planet ini pada hari Minggu (28/11/2021). Peringatan itu muncul setelah filamen besar meletus dari belahan bumi selatan Matahari.

Filamen membelah atmosfer Matahari terbuka lebar dan melepaskan awan puing ke luar angkasa. Menurut Pusat Prediksi Cuaca Luar Angkasa AS (SWPC), CME dapat mencapai planet ini dengan kecepatan antara 250 km per detik dan 3.000 km per detik.

“Bayangkan sebuah ngarai sepanjang 50.000 mil dengan dinding plasma merah-panas yang menjulang tinggi. Kemarin, ada satu di Matahari. Itu terbentuk ketika filamen magnet terangkat dari belahan bumi selatan. Dinding bercahaya tetap utuh selama lebih dari enam jam setelah ledakan.” tulis para astronom dilansir dari Express sebagaimana dikutip dari teknologi.bisnis.com, Sabtu (27/11/2021).

“Data tampilan pertama menunjukkan itu mungkin memberikan pukulan sekilas ke medan magnet Bumi pada 28 November,” sambung spaceweather.

https://bit.ly/kodesuarapakar

Ketika CME berinteraksi dengan magnetosfer Bumi wilayah ruang yang didominasi oleh medan magnet Bumi, mereka dapat menyebabkan badai geomagnetik (badai matahari).

“Badai geomagnetik adalah gangguan utama magnetosfer Bumi yang terjadi ketika ada pertukaran energi yang sangat efisien dari angin matahari ke lingkungan luar angkasa di sekitar Bumi. Badai ini dihasilkan dari variasi angin matahari yang menghasilkan perubahan besar pada arus, plasma, dan medan magnetosfer Bumi,” jelas SWPC.

Badai matahari terkuat biasanya dikaitkan dengan kedatangan CME. Dan tergantung pada kekuatan CME, para ilmuwan akan memberi peringkat badai yang dihasilkan pada skala ‘G1 Minor’ hingga ‘G5 Extreme’.

Baca juga: Fenomena Langit Pekan Terakhir November 2021: Ada Nadir Ka’bah

Dampak Badai Matahari Terpanjang Sepanjang Sejarah

Pada skala rendah, badai kecil dapat menyebabkan beberapa gangguan pada operasi satelit dan fluktuasi jaringan listrik yang lemah dapat terjadi. Badai yang lemah juga dapat menciptakan aurora yang indah di garis lintang utara.

Di puncak skala, badai ekstrem dapat menyebabkan masalah kontrol tegangan yang meluas dan pemadaman listrik. Saat ini, SWPC tidak memprediksi masalah geomagnetik yang terlihat selama tiga hari ke depan.

“Tidak ada perkiraan fitur angin matahari sementara atau berulang yang signifikan,” ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan penelitian terbaru oleh Sangeetha Abdu Jyothi dari University of California, Irvine, and VMware Research. Ia menyebut ketika terjadi badai matahari atau CME (coronal mass ejection), partikel Matahari yang termagnetisasi dan bermuatan ini akan mengganggu medan magnet Bumi, sehingga menciptakan badai geomagnetik di atmosfer.

Efeknya, badai magnetik ini dapat mengganggu infrastruktur penting di bumi seperti jaringan listrik, satelit navigasi, hingga komunikasi radio pesawat. Badai ini bahkan bisa merusak kabel bawah laut yang membentang sangat jauh dan menjadi tulang punggung (backbone) koneksi internet dunia.

KELASTRADING

Berita Populer