Connect with us

Nasional

Berubah Lagi, Aturan Naik Pesawat Jawa-Bali Cukup Hanya Tes Antigen

“Cukup menggunakan tes antigen, sama dengan yang sudah diberlakukan untuk wilayah luar Jawa Bali sesuai dengan usulan dari bapak Mendagri,”

Diterbitkan

on

Menko PMK Muhadjir Effendy (tengah) pastikan bahwa tes PCR tak lagi menjadi syarat untuk naik pesawat Jawa-Bali. (Sumber: Setkab.go.id)

Suarapakar.com – Pemerintah memutuskan bahwa tes PCR tak lagi menjadi syarat untuk naik pesawat Jawa-Bali, melainkan cukup hanya melakukan tes antigen Covid-19 saja.

“Untuk perjalanan akan ada perubahan yaitu untuk wilayah Jawa dan Bali, perjalanan udara tidak lagi mengharuskan menggunakan tes PCR,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy dalam konferensi pers, melansir liputan6.com, Senin (1/11/2021).

Ketentuan ini berdasarkan usulan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Adapun pemerintah sebelumnya menetapkan tes PCR menjadi syarat untuk naik pesawat.

“Cukup menggunakan tes antigen, sama dengan yang sudah diberlakukan untuk wilayah luar Jawa Bali sesuai dengan usulan dari bapak Mendagri,” ujar Muhadjir.

Sebelumnya, Pemerintah kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 1-4 di Jawa Bali mulai 19 Oktober sampai 1 November 2021.

Terkait hal tersebut Menteri Dalam Negeri menerbitkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 53 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3, Level 2 dan Level 1 Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali.

Aturan tersebut salah satunya mengatur bahwa pelaku perjalanan domestik khususnya yang menggunakan pesawat udara harus mempersiapkan kartu vaksin minimal dosis pertama dan hasil tes PCR. Hasil tes PCR sebagai salah satu syarat penerbangan diambil minimal dua hari sebelum keberangkatan (H-2).

https://bit.ly/kodesuarapakar

131 Daerah Alami Tren Kenaikan Kasus Covid-19

Sementara tiu, Menko PMK menyebutkan, secara nasional, kasus Covid-19 mengalami penurunan. Namun, kata dia, ada 131 daerah yang mengalami tren kenaikan kasus Covid-19.

“Kondisi saat ini secara agregat tadi disampaikan oleh Pak Menkes, angka nasional penularan terjadi penurunan tetapi ada sekitar 131 kabupaten/Kota yang mengalami tren naik. Disamping, ada beberapa kabupaten kota juga mengalami penurunan,” kata Muhadjir.

Baca juga: Tarif Tes PCR Turun Drastis, Ini Harga Terbarunya

Untuk itu, pemerintah terus mewaspadai lonjakan kasus Covid-19, khususnya jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Muhadjir menyampaikan bahwa pemerintah akan menyiapkan langkah antisipasi periode Nataru yang berpotensi membuat kasus Covid-19 kembali naik.

Pemerintah juga akan mempercepat vaksinasi Covid-19 agar segera tercapai herd immunity atau kekebalan komunal. Adapun pemerintah menargetkan lebih dari 60 persen penduduk Indonesia sudah harus menerima vaksinasi dosis kedua pada akhir tahun ini.

“Vaksinasi akan dipercepat dengan target Desember 2021 untuk dosis kedua di atas 60%. Kemudian, protokol kesehatan tetep dijaga untuk mencegah penularan,” ujar Muhadjir.

KELASTRADING

Berita Populer