Connect with us

Nasional

Berubah Jadi PPKM Level 4, Gubsu Edy Minta Warga Taat Aturan

“Tetapi khususnya di level 4 adalah Kota Medan,”

Diterbitkan

on

PPKM Darurat di Medan Jadi PPKM Level 4 (suara pakar)
Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi. (Foto: Alfiansyah)

Suarapakar.com – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi kembali memperpanjang pelaksanaan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Medan. Ia mengatakan pelaksanaan PPKM darurat, kini telah berganti istilah menjadi PPKM level 4.

Edy pun meminta kepada warga untuk taat aturan, agar dapat segera memutuskan rantai penyebaran Covid-19.

“Kita taati, berdasarkan kepentingan, kondisi riil wilayah kita,” ungkapnya, Rabu (21/7/2021).

Ditambahkan Edy, Perpanjangan PPKM level 4 ini akan segera diberlakukan di Kota Medan. Hal itu sesuai dengan Instruksi Gubernur Sumut yang ditandatanganinya hari ini.

“Hari ini diperpanjang. Tetapi khususnya di level 4 adalah Kota Medan,” katanya.

Edy menyebutkan, PPKM level 4 ini adalah pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat. Ia meminta warga taat pada protokol kesehatan demi mencegah tertular virus Corona.

“Ketaatan ini yang harus kita pastikan rakyat kita mau melakukannya,” pungkasnya.

Petugas melarang sejumlah pengendara sepeda motor di Jalan Brigjen Katamso, tepatnya didepan Istana Maimun dan mengarahkan untuk melalui jalan lain. (Foto: Vicky Siregar/Suara Pakar)

Baca juga: Tak Lagi PPKM Darurat, Pemerintah Kini Gunakan Istilah PPKM Level 4

Pemerintah Resmi Perpanjang PPKM Darurat hingga 25 Juli 2021

Sebelumya diberitakan, Pemerintah telah resmi memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat hingga 25 Juli 2021. Untuk mengurangi dampak ekonomi dari pelaksanaan PPKM Darurat, pemerintah akan terus mengintensifkan program perlindungan sosial (perlinsos).

Hal itu disampaikan langsung oleh Jokowi melalui konferensi pers yang disiarkan di akun YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (20/7/2021).

“Pemerintah mengalokasikan tambahan anggaran perlindungan sosial Rp55,21 triliun,” ujarnya.

“Berupa bantuan tunai, yaitu BST (Bantuan Sosial Tunai), BLT (Bantuan Langsung Tunai) Desa, kemudian PKH (Program Keluarga Harapan), juga bantuan sembako, bantuan kuota internet, dan subsidi listrik diteruskan,” lanjutnya.

Selain itu, imbuh Jokowi, pemerintah juga akan memberikan insentif bagi pelaku usaha mikro informal. Intensif ini akan diberikan kepada sekitar satu juta usaha mikro, yang masing-masing menerima sebesar Rp1,2 juta.

“Saya sudah memerintahkan kepada para menteri terkait untuk segera menyalurkan bansos (bantuan sosial) tersebut kepada warga masyarakat yang berhak,” kata Jokowi.

Ditambahkan Jokowi, pemerintah akan terus memberikan paket obat gratis kepada masyarakat yang melakukan isolasi mandiri (isoman).

“Pemerintah akan terus membagikan paket obat gratis untuk OTG dan yang bergejala ringan yang direncanakan sejumlah dua juta paket obat,” ungkapnya.

Reporter: Alfiansyah

GRANPRIZE

Berita Populer