Connect with us

Nasional

Berada di Level 3, Gubsu Sebut Kondisi Sumut Masih Terkendali

“Tetap posisi sumut terkendali, sehingga pelaksanaan kegiatan diatur oleh Bupati dan walikota dan tetap dilaporkan ke gubernur,”

Diterbitkan

on

Kondisi Sumut Masih Terkendali (suara pakar)
Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi didampingi Wali Kota Medan, Bobby Nasution. (Sumber: Istimewa/Alfiansyah)

Suarapakar.com – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi sebut kondisi Sumut saat ini masih terkendali selama Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro mulai 6 Juli hingga 20 Juli 2021. Khususnya untuk Kota Medan dan Sibolga.

Hal tersebut dipastikan Gubsu, Edy Rahmayadi dengan melihat keterpakaian Bed Occupancy Rate (Bor) 41 persen serta ruang isolasi 39 persen.

“Tadi medan saya cek, komunikasi dengan Wali Kota, karena tadi pagi saya dengar 47 bor, rupanya sudah dianulir tidak 47, tapi di posisi 41. Kita pertahankan bahkan harus turun,” ungkap Edy saat rapat bersama Wali Kota Medan Muhammad Bobby Nasution di Rumah Dinas Gubsu, Kamis (8/7/2021).

Edy menilai, salah satu sudut pandangan PPKM adalah dari jumlah keterpakaian bor dan presentasi jumlah yang meninggal dalam waktu satu minggu. Sehingga menjadikan daerah tersebut berada pada level tertentu.

“Setelah saya pelajari juga, Kota Medan ini sebenarnya tidak di level 4, harusnya di level 3. Sibolga juga dikatakan level 4, tapi setelah kita pelajari jumlah rumah sakit yang ada disitu 80 room terpakai 44 room, berarti posisinya juga tidak pada level 4,” katanya.

Edy menjelaskan, untuk kedepannya Pemerintah Provinsi Sumut (Pemprovsu) akan terus melakukan evaluasi. Menurutnya, tindakan ataupun langkah yang diambil untuk level 1,2,3,4 itu sangat berbeda. Sehingga, untuk Kota Medan dan Kota Sibolga harus terus dipastikan.

“Ada tulisan saya dibawah, (Intruksi Gubsu) diatur oleh Bupati dan walikota setempat yang pasti tahu wilayah nya. Yang pastinya adalah, orang-orang yang melakukan ibadah tetap melakukan prosedur prokes secara ketat,” tuturnya.

“Tetap posisi Sumut terkendali, sehingga pelaksanaan kegiatan diatur oleh Bupati dan walikota dan tetap dilaporkan ke gubernur,” imbuh Edy.

Baca juga: Salat Idul Adha di Sumut Ditiadakan, untuk Zona Merah dan Oranye

Kota Medan Berada di Level 3

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Medan, Bobby Nasution menjelaskan bahwa Fatality rate yang disampaikan oleh Gubernur adalah indikator untuk masuk pada level 4.

Namun, lanjut Bobby, Kota Medan saat ini masih berada di level 3 atau insiden tinggi. Dimana situasi penularan komunitas dengan kapasitas respon terbatas dan terdapat risiko layanan kesehatan menjadi tidak memadai.

“Itu sebenarnya dibawah standar WHO yang sudah ditetapkan. Kita 3,1 persen, dan bor kita 41 persen, untuk ICU 37 persen,” ucapnya.

“Ini yang masih kita rasa, medan masih aman tapi perlu pengetatan,” pungkas Bobby.

Perlu diketahui, situasi level 3 adalah kasus dimana konfirmasi positif Covid-19 antara 50-100 orang per 100.000 penduduk per minggu. Lalu, kejadian rawat inap karena Covid-19 di rumah sakit 10-30 orang per 100.000 penduduk per minggu.

Sementara, angka kematian akibat Covid-19 antara 2-5 orang per 100.000 penduduk per minggu.

Reporter: Alfiansyah

GRANPRIZE

Berita Populer