Connect with us

Al Islam

Begini Posisi Tangan Saat Takbir dalam Sholat, Umat Islam Wajib Tahu

Dimanakah posisi tangan, saat takbir dalam sholat? Apakah di sebelah telinga?, atau di bawah telinga? atau di sejajar bahu? atau di depan wajah? Ini Penjelasannya!

Diterbitkan

on

Takbir dalam Sholat
Pendapat ulama mengenai bentuk posisi tangan saat takbir dalam sholat. (foto: Ayas Gallery SHUTTERSTOCK)

Suarapakar.com – Selain I’tidal (bangkit dari rukuk), seluruh gerakan sholat diawali dengan takbir. Mulai dari takbiratul ihram (takbir pada awal dimulainya sholat), rukuk, sujud, duduk, dan berdiri kembali dan seterusnya. Lalu bagaimana posisi tangan saat takbir dalam sholat?

Mari kita lihat keterangan hadits tentang bagaimana sifat sholat Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam, yang menunjukkan posisi tangan saat takbir dalam sholat. Ada dua posisi yaitu: Sejajar Pundak dan Sejajar Kedua Telinga,

1. Sejajar Pundak

Berdasarkan Hadits Shahih dari ‘Abdullah bin ‘Umar, ia berkata,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَرْفَعُ يَدَيْهِ حَذْوَ مَنْكِبَيْهِ إِذَا افْتَتَحَ الصَّلاَةَ ، وَإِذَا كَبَّرَ لِلرُّكُوعِ ، وَإِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنَ الرُّكُوعِ رَفَعَهُمَا كَذَلِكَ أَيْضًا وَقَالَ « سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ ، رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ » . وَكَانَ لاَ يَفْعَلُ ذَلِكَ فِى السُّجُود

“Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam biasa mengangkat kedua tangannya sejajar pundaknya ketika memulai (membuka shalat), ketika bertakbir untuk ruku’,

ketika mengangkat kepalanya bangkit dari ruku’ juga mengangkat tangan, dan saat itu beliau mengucapkan ‘sami’allahu liman hamidah, robbanaa wa lakal hamdu’.

Beliau tidak mengangkat tangannya ketika turun sujud.” (Hadits Bukhari No. 735, dan Muslim No. 390).

Hadits lain yang juga senada dengan hadits di atas adalah Hadits dari Abu Humaid As Sa’idi,

كَبَّرَ وَرَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى يُحَاذِىَ بِهِمَا مَنْكِبَيْهِ كَمَا صَنَعَ حِينَ افْتَتَحَ الصَّلاَةَ

“… beliau bertakbir dan mengangkat kedua tangannya hingga sejajar dengan pundaknya sebagaimana yang beliau lakukan saat takbiratul ihram (ketika memulai shalat).” (Hadits Riwayat Tirmidzi No. 304 dan Abu Daud No. 963).

Al Hafizh Abu Thahir, seorang hafidz dan pemburu hadits shahih, (Lahir: Baitul Maqdis tahun 448 H, dan wafat tahun 507 H), mengatakan bahwa sanad hadits ini Shahih.

Baca juga: Ini Hukum Sholat Fardhu Berjamaah Bagi Muslimah! Ukhti Wajib Tahu!

2. Sejajar Kedua Telinga

Berdasarkan Hadits Shahih berikut ini,

عَنْ مَالِكِ بْنِ الْحُوَيْرِثِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا كَبَّرَ رَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى يُحَاذِىَ بِهِمَا أُذُنَيْهِ وَإِذَا رَكَعَ رَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى يُحَاذِىَ بِهِمَا أُذُنَيْهِ وَإِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ مِنَ الرُّكُوعِ فَقَالَ « سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ ». فَعَلَ مِثْلَ ذَلِكَ.

Dari Malik bin Al Huwairits, ia berkata,

“Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam ketika bertakbir, beliau mengangkat kedua tangannya sejajar kedua telinganya. Jika ruku’, beliau mengangkat kedua tangannya juga sejajar kedua telinganya.

Jika bangkit dari ruku’, beliau mengucapkan ‘sami’allahu liman hamidah’, beliau melakukan semisal itu pula.” (Hadits Riwayat Muslim No. 391).

Pendapat Ulama

Berdasarkan keterangan hadits-hadits tersebut, sebagian besar para ulama lebih cenderung menyatakan bentuk posisi tangan sejajar kedua telinga.

Karena sejajar dengan kedua telinga (secara horizontal di samping telinga) sudah termasuk sejajar pundak (secara vertikal di atas pundak).

Meskipun sebagian ulama lainnya menyatakan maksud ‘sejajar pundak’ itu adalah horizontal (berada di depan pundak).

Wallahu a’lam,

Berita Populer