Connect with us

Nasional

Beban Kerja Berat dan Insentif Tertahan, Banyak Nakes Mengundurkan Diri

“Jangan sampai rumah sakit tidak sanggup bayar nakes karena duitnya diutangin Kemenkes dan belum dibayar,”

Diterbitkan

on

Para tenaga kesehatan melakukan vaksinasi bagi warga Jakarta. (Sumber: FB Anies Baswedan)

Suarapakar.com – Ketua Dokter Indonesia Bersatu, Eva Sri Diana Chaniago mengungkapkan bahwa sejumlah tenaga kesehatan (nakes) resign (mengundurkan diri) dari pekerjaan di tengah lonjakan kasus Covid-19.

Mereka mengundurkan diri karena beban pekerjaan yang dirasa berat. Serta insentif pnanganan pandemi yang dijanjikan pemerintah belum cair.

“Gaji yang diterima mereka dari rumah sakit sekarang ini kan tidak sesuai dengan beban kerjanya,” kata Eva dikutip dari Kompas, Kamis (15/7/2021).

“Sementara insentif dari pemerintah tidak cair. Ya mereka akhirnya lebih memilih resign,” lanjut wanita yang akarab disapa Eva Chaniago itu.

Eva mengungkapkan, gaji yang dibayarkan pihak rumah sakit untuk nakes karyawan tergolong kecil. Bahkan, para nakes yang berstatus relawan sama sekali tidak mendapat gaji dari pihak rumah sakit.

Oleh sebab itu, insentif bagi nakes di masa pandemi sekarang ini memang sudah menjadi suatu kewajaran.

Sebelumnya, pemerintah juga sudah menetapkan besaran insentif yang berbeda-beda untuk tiap kategori nakes. Mulai dari Rp5 juta hingga Rp15 juta per bulan.

“Tapi pembayaran insentif ini sangat telat sekali. Insentif dari bulan November tahun lalu baru cair bulan ini,” kata dia.

Sementara itu, diungkapkan Eva, beban kerja tenaga kesehatan sangat berat karena pasien Covid-19 terus berdatangan ke rumah sakit. Banyak nakes yang akhirnya jatuh sakit dan ikut tertular Covid-19.

Bahkan para nakes itu pun ikut menularkan virus ke keluarganya di rumah. Dalam kondisi seperti ini, ia menilai wajar banyak nakes yang akhirnya menyerah.

“Ada yang resign bilangnya mendingan dagang. Ada yang bilang mau sekolah lagi. Ada juga yang dilarang oleh suami,” ungkap dokter spesialis paru-paru itu.

Baca juga: Luncurkan 300 Ribu Paket Obat Isoman Gratis, Jokowi Minta Pengawasan Ketat

Rumah Sakit Dikhawatirkan Semakin Kolaps

Terkait hal itu, Eva khawatir rumah sakit akan makin kolaps karena jumlah nakes terus berkurang di tengah lonjakan kasus Covid-19. Disebutkannya, pemerintah bisa saja menambah ruang perawatan atau isolasi sebanyak mungkin.

Namun, itu akan menjadi sia-sia jika tak ada nakes yang menangani pasien. Oleh sebab itu, ia berpesan kepada pemerintah agar jangan sampai ada keterlambatan pembayaran insentif bagi nakes.

Selain itu, Eva pun berpesan agar pemerintah segera membayar utangnya ke rumah sakit.

“Jangan sampai rumah sakit tidak sanggup bayar nakes karena duitnya diutangin Kemenkes dan belum dibayar,” ujarnya.

GRANPRIZE

Berita Populer