Connect with us

Ekonomi

BBM Langka di Deli Serdang Sumut, Begini Penjelasan Pertamina

“Ada juga kendala dari distribusi kapal tanker Pertamina yang sulit sandar akibat cuaca buruk di laut,”

Diterbitkan

on

BBM Langka di Deli Serdang (suara pakar)
Kelangkaan BBM jenis Pertalite di SPBU Deli Serdang. (Foto: Gunawan/Suara Pakar)

Suarapakar.com – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak ( BBM) jenis Pertalite, Premium dan Solar di Deli Serdang menimbulkan kecemasan pada masyarakat. Warga terpaksa membeli BBM eceran.

Staf Communication Relation dan CSR Sumbagut PT Pertamina Para Niaga, Haris Anza mengakui bahwa kelangkaan BBM yang dimaksud sudah terjadi sejak tiga hari lalu. Ia menyebutkan bahwa kelangkaan BBM jenis Pertalite disebabkan faktor kenaikan konsumsi masyarakat yang disinyalir akibat penurunan level PPKM di Sumatera Utara.

“Terjadi peningkatan konsumsi 9 persen untuk jenis Pertalite dan Pertamax dan 10 persen untuk pemakaian Solar dan Dex Series. Selain itu, ada juga kendala dari distribusi kapal tanker Pertamina yang sulit sandar akibat cuaca buruk di laut,” jelas Haris dalam keterangan persnya, Kamis (7/10/2021).

Saat ini, disebutkan Haris, pihaknya sudah mulai melakukan proses distribusi ke daerah-daerah yang mengalami kelangkaan BBM, khususnya SPBU wilayah Deli Serdang. Pendistribusian sudah mulai dilakukan dan optimalisasi mobil tanki mulai hari ini.

Baca juga: BBM Premium, Solar dan Pertalite Langka di Deli Serdang

BBM Langka di Deli Serdang, Warga Terpaksa Isi Eceran

Terkait kelangkaan BBM di Deli Serdang, salah seorang warga Kecamatan Galang, Rudi Nasution, menyebutkan kalau ia kesulitan mencari BBM jenis Pertalite untuk kendaraanya. Ia terpaksa membeli BBM eceran di tepi jalan.

“Kita terpaksa beli pertalite ketengan di tepi jalan karena di SPBU dari Galang, Lubuk Pakam sampai Tanjung Morawa kosong semua ,sudah dari hari Minggu kemarin katanya,” sebut Rudi.

Selain itu, ada juga beberapa tanggapan di masyarakat yang menduga ada unsur permainan pihak SPBU menyebabkan stock BBM jenis Pertalite, Premium dan Solar kosong. Hal itu karena petugas SPBU melakukan penimbunan BBM menggunakan jerigen dan kendaraan dengan tangki modifikasi.

“Saat ini banyak pegawai SPBU mengutamakan mengisi pemborong jerigen dan tangki modifikasi ,ada uang masuk kalau mengisi jerigen atau tangki modifikasi itu ,kalau jerigen itu uang isi Rp5.000 hingga Rp15 ribu per jerigen bagi penimbun BBM,” sebut Joko, pengecer BBM, warga Lubuk Pakam.

Hal senada juga disebutkan Sipayung, pengecer BBM eceran di Lubuk Pakam bahwa penimbun BBM saat ini memborong Pertalite karena premium sudah langka.

“Itu semua galon di Lubuk Pakam ini diserbu penimbun BBM. Ada oknum aparat juga yang main kalau enggak ya pasti ketangkap, yang seperti itu mestinya ditangkapi Polisi jangan pandang bulu jadi masyarakat tidak susah sementara mereka mengeruk keuntungan dari kesusahan masyarakat,” pungkasnya.

Kontributor: Gunawan

KELASTRADING

Berita Populer