Connect with us

Kriminal

Bareskrim Gelar Perkara Kedua Kasus Unlawful Killing Laskar FPI Pekan Depan

“Kami sudah dapat bukti permulaan, tinggal menyusun dan melengkapi,”

Diterbitkan

on

polisi gelar perkara kasus penembakan laskar fpi (suara pakar)
Tim investigasi Komnas HAM periksa sebuah mobil yang menjadi barang bukti insiden penembakan di KM 50 tol Jakarta-Cikampek. (Sumber: alinea.id)

Suarapakar.com – Penyidik Bareskrim Polri akan melakukan gelar perkara kedua kasus pembunuhan di luar hukum atau unlawful killing terhadap empat anggota Laskar Front Pembela Islam (FPI) di KM 50 tol Jakarta-Cikampek pada pekan depan.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Polisi Andi Rian menyebutkan, gelar perkara kedua itu kembali dilakukan untuk menentukan tahapan proses penuntasan perkara. Rencananya akan dilakukan bersama Kejaksaan Agung (Kejagung).

“Minggu depan kami gelar naik sidik,” kata Andi saat dikonfirmasi, Jumat (5/3/2021).

Menurut Andi Rian, penyidik saat ini tengah memegang bukti kuat perbuatan para pelaku. Tiga anggota polisi yang menjadi pihak terlapor terancam jadi tersangka.

“Kami sudah dapat bukti permulaan, tinggal menyusun dan melengkapi,” ucap mantan Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut itu.

Baca juga: YLBHI Sebut Penetapan Tersangka 6 Anggota FPI Bertentangan dengan Hukum

6 Laskar FPI Jadi Tersangka, Ini Alasannya

Sementara itu, penetapan tersangka enam anggota Laskar FPI diklaim dilakukan sudah sejak lama. Dikatahui, enam orang tersebut meninggal akibat ditembak oleh polisi.

Andi Rian menuturkan, penetapan tersangka baru diumumkan. Lantaran gelar perkara bersama Kejaksaan Agung (Kejagung) selaku jaksa penuntut umum (JPU).

Proses hukum, kata Andi, tetap harus melengkapi siapa, apa serta bagaimana peristiwa meski pelaku telah meninggal dunia. Padahal, berdasarkan aturan KUHP, kasus akan gugur apabila tersangka meninggal dunia.

“Kami butuh mengirimkan berkas dulu terkait kasus 170. Nanti akan ditunggu petunjuk jaksa seperti apa, karena Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) sudah dikirimkan,” ujarnya

Dibeberkan Andi dalam proses hukum, JPU yang akan menentukan penghentian perkara tersebut. Oleh sebab itu, gelar perkara tetap dilakukan pada Selasa (2/3/2021) lalu.

“Berkas perkara akan kami kirim pekan depan,” tuturnya.

Sebelumnya Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono menyatakan, Bareskrim saat ini tengah fokus menindak laporan terhadap tiga anggota polisi Polda Metro Jaya yang menembak mati empat anggota Laskar organisasi terlarang FPI.

Hal itu sebagaimana dengan instruksi kapolri untuk menjalankan rekomendasi dan temuan dari Komnas HAM.

Kontributor: Jehan Nurhakim

KELASTRADING

Berita Populer