Connect with us

Peristiwa

Banjir Terjang Dua Kecamatan di Gorontalo, 2.355 Warga Terdampak

“Dengan Tinggi Muka Air (TMA) bervariasi. Mulai dari 30 cm hingga satu meter,”

Diterbitkan

on

Banjir Terjang Dua Kecamatan di Gorontalo

Suarapakar.com – Dua kecamatan di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo terendam banjir hingga satu meter. Sebelumnya, hujan selama dua hari terus menerus telah mengguyur dua kecamatan tersebut sejak Kamis (15/7/2021) pukul 22.47 WIB lalu.

“2 kecamatan terdampak banjir itu adalah Kecamatan Dengilo, yakni Desa Pepaya, Padengo, Karangetan, dan Hutamoputih. Kemudian Kecamatan Paguat yang merupakan wilayah administrasi Kabupaten Pohuwato, yakni Desa Bumbulan, Sipayo, Molamahu, Kelurahan Pentadu, dan Siduan,” ungkap Badan Nasional Penanggulangan Bencana dikutip dari laman resminya, Sabtu (17/7/2021).

“Dengan Tinggi Muka Air (TMA) bervariasi. Mulai dari 30 cm hingga satu meter,” lanjutnya.

Menurut laporan yang diterima oleh Pusdalops Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB), sebanyak 2.355 jiwa terdampak.

“Sebanyak 644 Kepala Keluarga (KK), dengan 37 KK diantaranya telah mengungsi ke tempat pengungsian. Sementara, sebagian warga lainnya memilih bertahan di rumah masing-masing,” lapornya.

Kerugian materil akibat banjir ini, ungkap BNPB, sebanyak 644 unit rumah warga terdampak, irigasi induk di Desa Padengo jebol, dan tanggul Desa Bumbulan dan Sipayo jebol. Selain itu, 2 jembatan rusak berat, area perkebunan terendam, 2 fasilitas pendidikan serta 5 fasilitas ibadah terdampak.

Sejak banjir terus terjadi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pohuwato melaporkan bahwa pihaknya melakukan pendataan serta proses evakuasi korban di lokasi terdampak bencana banjir. Petugas juga telah membuka dapur umum yang berlokasi di halaman kantor Desa Pepaya.

“Bantuan berupa tikar, selimut, nasi bungkus sebanyak 1.213 bungkus, family kit serta paket kebersihan yang telah didistribusikan. Penyedotan air dengan menggunakan pompa air juga terus diberikan di berberapa titik banjir,” ungkapnya.

Baca juga: 26 Desa di Kabupaten Sintang Masih Terendam Banjir, 377 Warga Mengungsi

Kabupaten Pohuwato Berstatus Darurat Selama 14 Hari

Menyikapi bencana banjir tersebut, Pemerintah Kabupaten Pohuwato mengeluarkan status Tanggap Darurat (TD) selama 14 hari. Mulai dari 15 Juli hingga 28 Juli 2021 mendatang.

Laporan terkini di lokasi kejadian, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih terus terjadi. Namun, tinggi muka air (TMA) telah berkurang menjadi 20 hingga 30 sentimeter.

Sebagian warga tampak sudah membersihkan rumahnya masing-masing dari sisa banjir dan lumpur. Sementara, pengungsi di kantor Koramil dan Masjid Pendatu memilih bertahan.

Berdasarkan analisis InaRISK, wilayah Kabupaten Pohuwato memiliki risiko bencana banjir sedang hingga tinggi. Dengan luas risiko mencapai 17.383 hektar atau sekitar 13 kecamatan terpapar.

Oleh karena itu, BNPB terus berkoordinasi dengan BPBD setempat untuk menanggulangi bencana pasca banjir. Selain itu, warga pun diimbau untuk waspada terhadap ancaman banjir susulan maupun potensi adanya penyakit pasca banjir.

GRANPRIZE

Berita Populer