Connect with us

Peristiwa

Banjir Rendam 5 Desa di Serdang Bedagai, 5.564 Jiwa Terdampak

Banjir juga memutuskan akses jalan, merendam sekolah, mesjid serta ratusan hektar lahan pertanian warga di wilayah itu.

Diterbitkan

on

Seorang ayah mengendong anaknya yang akan pergi ke sekolah melewati banjir yang merendam di Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Rabu (3/11/2021).

Suarapakar.com – Curah hujan tinggi dan luapan sungai sebabkan banjir dan rendam 5 desa di Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Rabu (3/11/2021).

Camat Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, Rahmad Suhendra Damanik mengatakan, 5 desa yang terdampak banjir cukup parah, yaitu Desa Sei Rampah, Desa Cempedak Lobang, Desa Firdaus, Desa Pematang Ganjang dan Desa Sei Rejo. Sedangkan warga yang terdampak, tercatat 5.564 jiwa.

“Untuk 5 desa yang terdampak banjir diantaranya Desa Sei Rampah dekat bantaran Sungai Rampah , Desa Pematang Ganjang banjir di Dusun 1,2 dan 5. Untuk Desa Firdaus banjir di Dusun 9 dan 12,” ucapnya.

Informasi dihimpun, banjir melanda pemukiman warga sejak selasa dini hari kemarin dan hingga kini, Rabu (03/11/2021) ketinggian air masih bertahan dengan kedalaman 80 cm -1,5 meter.

https://bit.ly/kodesuarapakar

Sebagian warga yang rumahnya terendam banjir sampai kedalam rumah terpaksa mengungsi. Namun banyak tetap bertahan dirumah mereka, menjaga barang barang agar tidak di jarah orang.

Baca juga: PSP Serahkan Ratusan Paket Sembako Kepada Korban Banjir di Deliserdang

Banjir Rendam Sekolah, Tempat Ibadah dan Ratusan Hektar Sawah

Selain merendam rumah warga dan memutuskan akses jalan, banjir juga merendam sekolah, mesjid serta ratusan hektar lahan pertanian milik warga di wilayah itu. Sebagian besar warga korban banjir ini mengaku, mereka membutuhkan bantuan sembako, obat obatan dan selimut dari Pemerintah namun hingga kini belum ada.

Sementara itu ditanyakan upaya yang sudah dilakukan Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai untuk menangani korban banjir, Rahmad mengaku sudah melakukan pemantauan dan mempersiapkan bantuan kesehatan dan lainnya.

“Kami terus memonitor keadaan masyarakat yang hingga kini pemukimannya masih terendam banjir,” jelasnya.

Banjir di Kecamatan Sei Rampah juga merupakan banjir tahunan yang kerap terjadi tiap tahun. Dampak banjir meski sangat menyengsarakan, namun tak ada solusi warga tetap bertahan turun temurun masyarakat merasakan banjir luapan Sungai Rampah itu.

Kontributor: Gunawan

KELASTRADING

Berita Populer