Connect with us

Nasional

Bangga Dengan Prestasi Ardelia, Gubsu: Padahal Kita Belum Maksimal

“Kita mempunyai anak-anak yang berprestasi, apalagi tahun ini ada dua, satu cumlaude satu adimakayasa,”

Diterbitkan

on

Gubsu Bangga Dengan Prestasi Ardelia (suara pakar)
Gubsu Edy Rahmayadi usai menjamu Rifaldy Prayoga dan Ardelia Muthia Zahwa di Rumdis Gubsu, Jalan Sudirman Medan, Senin (23/8/2021). (Foto: Ilham/Suara Pakar)

Suarapakar.com – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi mengakui pihaknya belum maksimal menyiapkan berbagai hal dalam mengembangkan geografi maupun demografi yang ada di Sumut. Khusus demografi, menurutnya Sumut memiliki putra-putri yang memiliki segudang prestasi.

Hal itu disampaikan Edy usai menjamu Rifaldy Prayoga dan Ardelia Muthia Zahwa yang terpilih menjadi Pasukan Bendera Pusaka (Paskribraka) Nasional pada upacara Kemerdekaan Indonesia yang ke-76 di Istana Negara Jakarta, di Rumah Dinas (Rumdis) Gubsu, Jalan Sudirman Medan, Senin (23/8/2021).

“Dari 34 provinsi dan 277 juta (jiwa) dia wakilnya, berarti itukan orang hebat padahal kita belum maksimal menyiapkan. Tapi dia sudah prestasi,” ungkap Edykepada wartawan.

Edy menerangkan, tiga tahun terakhir ini Sumut tak pernah absen menyumbang putra-putrinya menjadi Paskibraka Nasional di Istana Negara. Puncaknya pada tahun 2021 ini, seperti diketahui Rifaldy terpilih sebagai pengibar bendera dan Ardelia Muthia Zahwa terpilih menjadi pembawa baki.

“Kita mempunyai anak-anak yang berprestasi, apalagi tahun ini ada dua, satu cumlaude satu adimakayasa,” ujarnya.

“Setiap tahun kemarin penurun bendera, ini mengibarkan bendara dan pembawa bendera,” lanjutnya.

Baca juga: Cerita Ardelia, Ditunjuk Jadi Pembawa Baki Bendera Pusaka di Istana Negera

Diapresiasi Gubsu, Ardelia Ucapkan Terima Kasih

Sementara itu, Rifaldy dan Ardelia yang didampingi Ketua Purna Paskibraka Indonesia Sumut Mayor Sus Hendra Nasution, turut menyampaikan terima kasih atas apresiasi dari Gubsu Edy Rahmayadi.

Ardelia sendiri mengaku bangga usai terpilih menjadi pembawa baki pada upacara kemerdekaan Indonesia di Istana Negara Jakarta. Terlebih lagi, dia menilai seleksi menjadi Paskribraka Nasional sangat berbeda di masa Pandemi Covid-19.

“Jadi di sana itu kami latihan menggunakan dua masker, jaga jarak, prokes yang ketat,” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan Rifaldy bahwa serangkaian latihan dalam mengikuti seleksi dengan sejumlah tes kesehatan yang cukup ketat.

“Kami tuh satu kamar satu orang, dan tiga hari sekali kami antigen terus. 5 hari sebelum masuk istana, PCR terus,” ujar Rifaldy.

Reporter: Ilham

KELASTRADING

Berita Populer