Connect with us

Tekno Sains

Bahaya, Bulan Semakin Menjauh dari Bumi

Penyebab Bumi dan Bulan bergerak saling menjauh disebut sebagai akibat dari ketidakseimbangan gaya sentrifugal dan sentripetal Bulan dan Bumi.

Diterbitkan

on

Bulan Semakin Menjauh dari Bumi (suara pakar)
Foto ilustrasi Bulan menjauhi Bumi. (Sumber: Pixabay/Comfreak)

Suarapakar.com – Fenomena pergerakan Bulan yang semakin menjauh dari Bumi membawa sejumlah bahaya, mulai dari kestabilan Bumi yang akan terganggu, hingga kekacauan pada pola musim.

Astronom asal Inggris, Edmond Halley, pertama kali menduga Bulan menjauhi Bumi hampir 300 tahun yang lalu, setelah mempelajari catatan gerhana kuno.

“Fenomena yang awalnya hanya sebuah kecurigaan, dikonfirmasi pada 1970-an melalui sebuah percobaan menembakkan sinar laser ke cermin yang dipasang di Bulan oleh misi AS dan Soviet,” ucapnya sebagaimana dikutip dari cnnindonesia, Kamis (28/10/2021).

Pada percobaan tersebut terbukti bahwa Bulan bergerak menjauhi Bumi secara perlahan, yakni dengan kecepatan 3,8 sentimeter per tahun. Pergerakan Bulan menjauhi Bumi diduga telah terjadi sejak 1,5 miliar tahun lalu.

Meski bergerak menjauh dalam jarak yang relatif kecil, dalam periode miliaran tahun hal tersebut dapat memberikan bahaya pada Bumi dan isinya.

Posisi Bulan yang semakin menjauh berpengaruh pada periode rotasi Bumi. Pada awal terbentuk, Bumi berotasi dengan periode 5 jam per hari. Namun setelah Bulan menjauh selama 4,5 miliar tahun terakhir, kala rotasi Bumi menjadi 24 jam seperti yang kita kenal sekarang.

Maka dari itu jika Bulan bergerak semakin menjauh dari Bumi, kestabilan Bumi di poros rotasinya dapat terganggu. Hal ini dapat dianalogikan dengan memutar koin. Ketika koin berputar cepat, ia tak terjatuh. Namun ketika putaran makin melambat, lama-lama koin bisa jatuh ke lantai.

Dengan prinsip yang sama, saat rotasi Bumi mulai melambat, kestabilan seluruh planet akan goyah secara perlahan dan dapat juga berdampak buruk pada musim di Bumi.

Dampak buruk tersebut meliputi bagian-bagian planet ini yang dapat mengalami perubahan suhu jauh lebih besar daripada yang biasa dialami sepanjang tahun. Bisa jadi suhu di Antarktika sangat beku di musim dingin dan sangat panas di musim panas.

Di masa ini kemungkinan manusia akan mencari cara untuk beradaptasi dengan perubahan iklim ini, atau mungkin menciptakan teknologi yang dapat mempercepat rotasi Bumi. Atau bahkan bermigrasi ke planet lain yang lebih layak huni. Namun sebagian besar hewan dan tumbuhan di Bumi kemungkinan besar akan tewas.

https://bit.ly/kodesuarapakar

Baca juga: 5 Fenomena Langit Pekan Ini, Ada Puncak Hujan Meteor Leonis

Penyebab Bulan Semakin Menjauh dari Bumi

Adapun penyebab Bumi dan Bulan bergerak saling menjauh disebut sebagai akibat dari ketidakseimbangan gaya sentrifugal dan sentripetal Bulan dan Bumi. Gaya sentripetal merupakan gerak semu pada benda yang berputar dan seolah menarik benda ke pusat putaran.

Sedangkan gaya sentrifugal didefinisikan seolah melempar benda menjauh dari pusat rotasi. Analogi sederhana bagi gaya sentrifugal adalah seperti anak yang sedang menaiki komidi putar.

Semakin cepat putarannya, maka makin kuat momentum dorongan yang membuat anak tersebut akan terlontar keluar dari komidi putar itu.

Kemudian gaya sentrifugal yang lebih besar dari Bulan terhadap Bumi, membuat Bulan bergerak menjauh dari Bumi. Jarak antara Bumi dan Bulan saat ini adalah 402.336 kilometer, ini 17 kali lebih jauh dari jarak awal.

Sebagaimana diketahui, Bulan hanya berjarak 22.500 km dari Bumi pada awal terbentuk. Namun saat ini, jaraknya berubah menjadi 402.336 kilometer.

KELASTRADING

Berita Populer