Connect with us

Edukasi Trading

Astronacci, Salah Satu Indikator Trading yang Terpercaya

Diterbitkan

on

Indikator Trading yang Terpercaya (suara pakar)
Foto Ilustrasi Indikator Astronacci. (Sumber: Belajar Trading)

Suarapakar.com – Dalam dunia trading, terdapat indikator-indikator yang kerap digunakan untuk menganalisis pergerakan saham dan memprediksi tren. Jumlahnya mencapai ratusan, tetapi hanya segelintir yang populer di kalangan para trader.

Apa pun formula analisis teknikal yang dipilih, harapannya mampu meminimalkan risiko kerugian dan meningkatkan peluang profit dengan persentase yang hampir akurat.

Salah satunya, Indikator Astronacci, yang konsepnya terbilang unik karena menggabungkan ilmu astrologi dan rasio Fibonacci. Penemunya adalah Gema Merdeka Goeyardi, salah seorang anggota Asosiasi Analis Teknikal Indonesia (AATI).

Keunikan indikator besutan anak negeri ini sering mengundang tanda tanya. Apakah mampu berjalan secara efektif?

Meski begitu, Astronacci telah mendapat pengakuan dari International Federation of Technical Analyst (IFTA). Sehingga menegaskan statusnya sebagai indikator market global tepercaya.

Jadi, bagaimana sepak terjang Astronacci dan penerapannya? Mari kita simak ulasan berikut ini sebagaimana dikutip dari Akseleran, Selasa (16/11/2021).

Suarapakar - Kelas trading 1 bulan Fakar Suhartami Pratama

Baca juga: Bollinger Bands: Pengertian dan Fungsinya di Trading

Pengertian Indikator Astronacci

Astronacci adalah teknik analisis pasar keuangan yang mengombinasikan astrologi keuangan dan rasio Fibonacci.

Astrologi keuangan bukanlah ilmu baru, melainkan hadir sejak dua abad yang lalu. Menurut bidang ini, pergerakan planet memberikan informasi mengenai perubahan nilai saham/forex.

Elemen utama dari Indikator Astronacci adalah waktu. Tanggal dan jam terjadinya perubahan harga saham dapat diprediksi.

Pasalnya, pendekatan ini memercayai bahwa harga bergerak dalam siklus yang membentuk pola lingkaran. Pola harga akan berulang pada waktu-waktu tertentu sehingga dapat dihitung secara presisi.

Sementara itu, Fibonacci berperan dalam memprediksi harga akhir. Penghitungannya menggunakan deretan angka yang harmonis, dengan rasio 1.618.

Adapun alasan kuat di balik penggunaan astrologi adalah prinsip ‘market is driven by the human psychology’. Jadi, otak manusia memancarkan gelombang elektromagnetik seperti Alfa, Beta, Theta, yang menjadi motor psikologis.

Gelombang tersebut melahirkan rasa pesimis dan optimis, kemudian memicu terbentuknya sifat takut dan tamak.

Ternyata, siklus planet memancarkan gelombang serupa yang memengaruhi cara otak manusia bekerja. Hal ini berkaitan dengan munculnya sikap takut dan tamak pada investor.

Maka, triknya adalah menghitung kapan investor merasa takut hingga akhirnya memutuskan menjual saham. Trader bisa mengambil keputusan berlawanan, yakni membeli saham mereka. Posisi sebaliknya berlaku pula saat sikap tamak mulai mendominasi.

Cara Kerja Indikator Astronacci

Astronacci bekerja dengan cara menerapkan pendekatan empat dimensi, antara lain Macro Economy Analysis, Fundamental Valuation, Technical Analysis, sampai Time Forecast (astrologi dan Fibonacci).

Singkatnya, alurnya diuraikan dengan mengetahui alasan memilih sebuah aset keuangan, menemukan di mana harga terbaik untuk membeli dan menjual aset demi meraih hasil optimal, dan mengidentifikasi nilai intrinsik atau kualitas aset yang akan dipilih. Serta Time Forecast, menjawab pertanyaan tentang kapan harga mencapai target yang diinginkan.

Secara konkret, bidang astrologi diaplikasikan melalui kedua teknik di bawah ini:

Siklus Full Moon dan New Moon

Full moon atau purnama adalah fase ketika bagian bulan yang menghadap bumi, mendapat sinar matahari keseluruhan. Sebaliknya, new moon atau bulan baru adalah momen saat bagian bulan yang menghadap bumi menjadi gelap.

Kedua fenomena di atas memberikan sinyal akan tanggal pembalikan harga. Bahkan, Royal Bank of Scotland turut memanfaatkan metode Lunar Analysis guna menemukan momen yang bisa memberikan keuntungan.

Teknologi Eye of Future

Teknologi Eye of Future mengadaptasi pengetahuan di bidang astrologi. Teknologi tersebut berperan sebagai alat bantu untuk mendeteksi kondisi pasar keuangan di masa depan.

Salah satu fitur andalannya adalah Future Price Road Map. Fitur ini memanfaatkan data siklus pergerakan planet yang bersumber dari calendar Ephemeris NASA. Fungsinya yakni memetakan perjalanan harga di masa depan.

Fitur lainnya adalah Future Price Volatility. Dengan FVP, pengguna dapat mengetahui kapan gelombang besar menghampiri fluktuasi harga. Gelombang harga dengan volatilitas besar akan lebih cepat meningkatkan potensi profit.

Pengakuan dari Pasar Global

Secara tidak langsung, pengakuan IFTA terhadap indikator Astronacci berarti menyejajarkannya dengan metode global sekelas Elliot Wave dan Bollinger. Tidak hanya itu, Gema Merdeka Goeyardi mengaku bahwa pengakuan internasional juga datang dari pihak Forbes dan Fortune Magazine.

Dengan pembuktian-pembuktian yang sudah disebutkan, maka Astronacci pantas disebut sebagai indikator global yang tepercaya. Hal ini tentu membanggakan, mengingat metode analisis teknikal besutan anak negeri mampu meraih kepercayaan pelaku pasar dunia.

Indikator Astronacci memiliki tingkat akurasi yang cukup tinggi, yakni sebesar 75 persen. Konsep unik yang diusungnya juga dilandasi oleh pengetahuan ilmiah dan sisi psikologis.

Meski begitu, sebagaimana indikator lainnya, Astronacci tentu juga tidak lepas dari kekurangan. Risiko kerugian tetap selalu ada, walau persentasenya dapat ditekan seminimal mungkin

KELASTRADING

Berita Populer