Connect with us

Tekno Informasi

Aplikasi Clubhouse Lagi Trending, di Indonesia Terancam Diblokir Kominfo

“Clubhouse belum terdaftar di Kominfo,” kata Juru Bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi

Diterbitkan

on

Clubhouse Diblokir Kominfo
Aplikasi Clubhouse, (Sumber:

Suarapakar.com – Berkat Elon Musk, kehadiran aplikasi Clubhouse tengah viral di berbagai media sosial. Akan tetapi aplikasi Clubhouse terancam diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) karena belum terdaftar sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) di Indonesia.

Juru Bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi mengatakan, ketentuan ini sesuai dengan Peraturan Menteri Nomor 5 Tahun 2020 yang berlaku mulai November 2020.

“Sesuai PM Nomor 5 Tahun 2020, bagi (PSE) yang tidak mendaftar sesuai kebijakan yang berlaku akan mendapat sanksi administrasi berupa pemutusan akses,” ujarnya melansir dari Kompas, Selasa (16/2/2021).

Lebih lanjut Dedy meminta kepada pihak Clubhouse agar segera mendaftarkan aplikasinya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hal itu agar Clubhouse tidak dikenai sanksi dan ancaman pemblokiran.

Ia juga menambahkan, tenggang waktu pendaftaran PSE Clubhouse dibuka selama enam bulan sejak peraturan itu berlaku pada 24 November 2020. Dengan begitu, Clubhouse hanya memiliki waktu hingga 24 Mei 2021 untuk mendaftarkan diri.

“Clubhouse belum terdaftar di Kominfo,” kata Dedy.

Meskipun Clubhouse masih menjangkau pengguna IOS, kewajiban pendaftaran PSE sudah diatur dalam pasal 2. Dalam pasal itu tertulis bahwa kewajiban melakukan pendaftaran bagi PSE Lingkup Privat dilakukan sebelum Sistem Elektronik mulai digunakan oleh Pengguna Sistem Elektronik.

Baca juga: Ingin Saingi Clubhouse, Facebook Mau Buat Aplikasi Berbasis Audio

Sebelum Diblokir Kominfo, Mari Mengenal Clubhouse Dulu

Sebagai informasi, aplikasi Clubhouse merupakan sebuah media sosial berbasis audio-chat. Aplikasi ini memungkinkan penggunanya berkumpul di ruang obrolan untuk membicarakan berbagai macam topik.

Aplikasi besutan Alpha Exploration Co ini sudah hadir sejak Maret 2020. Namun baru mulai populer belakangan ini setelah Elon Musk membuat sesi obrolan dengan beberapa tokoh terkenal di media sosial berbasis audio chat tersebut.

Saat ini, Aplikasi Clubhouse masih dalam versi beta. Yang artinya masih dalam tahap pengujian sebelum dirilis secara luas ke publik.

Setelah mendaftar ke Clubhouse, pengguna dapat membuat room untuk membahas berbagai topik dengan daya tampung sekitar 5.000 partisipan.. Berbeda dengan Facebook, Clubhouse lebih identik dengan obrolan berbasis audio.

Selama pandemi, Clubhouse menjadi salah satu aplikasi yang banyak dicari orang untuk terhubung sambil tetap terisolasi satu sama lain. Namun, pengguna Clubhouse tidak bisa menyimpan maupun merekam sesi percakapan yang sudah berlangsung.

Selain itu, Clubhouse juga tidak menyediakan tools editing, efek suara, filter transisi, serta cuplikan iklan di dalam aplikasinya. Aplikasi ini juga dikatakan belum bisa dimonetisasi.

Di beberapa negara seperti Jerman, Italia, Jepang dan Turki, aplikasi ini telah menduduki peringkat teratas Apple App Store.

Pada pertemuan internal baru-baru ini, Paul Davison dan Rohan Seth selaku pendiri Clubhouse mengatakan aplikasinya telah memiliki dua juta pengguna secara mingguan.

Berita Populer