Connect with us

Kriminal

Alasan Kemanusiaan, Ayah Curi HP untuk Anak Daring Dibebaskan dari Hukuman

“Kemampuan ekonomi tersangka sangat terbatas, maka atas pertimbangan kemanusiaan itulah Restorasi Justic atau permohonan penghentian tuntutan dikabulkan atau disetujui,”

Diterbitkan

on

Comara Saeful (tengah) dibebaskan dari tuntutan pencurian yang dilakukannya oleh Kejari Garut. (Sumber: Istimewa)

Suarapakar.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut bebaskan tuntutan hukuman terhadap seorang ayah yang mencuri handphone (HP) untuk anaknya belajar daring. HP tersebut milik seorang pelajar yang sedang praktek kerja lapangan (PKL) di Kantor Desa Sakawayana, Kecamatan Malangbong, Garut.

Terdakwa Comara Saeful (41) warga Desa Sakawayana, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Akibat pencurian yang dilakukannya itu, Comara mendekam di sel tahanan Polres Garut selama dua bulan.

“Pencurian yang dilakukan oleh tersangka karena dalam kondisi terpaksa dan terdesak karena anaknya yang masih duduk di kelas 6 SD membutuhkan fasilitas handphone untuk belajar daring,” ungkap Kepala Kejari Garut Neva Sari Susanti didampingi Kasi Pidana Umum (Pidum) Ariyanto, melansir voi.id, Kamis (11/11/2021).

Suarapakar.com - Kelas Fakartrading 1 bulan

“Sementara kemampuan ekonomi tersangka sangat terbatas, maka atas pertimbangan kemanusiaan itulah Restorasi Justic atau permohonan penghentian tuntutan dikabulkan atau disetujui,” tambah Neva.

Neva menambahkan, sebelum mengajukan penghentian tuntutan kasus pencurian itu pihaknya dibawah kordinasi Kasi Pidana Umum melakukan kajian dan analisa terlebih dahulu atas berkas limpahan hasil penyidikan Polres Garut.

“Setelah menerima limpahan berkas dari Polres Garut, kami langsung melakukan proses kajian atau analisa terhadap kasus Comara tersebut. Kita teliti berkas perkara yang diajukan pada tahap satu, kemudian kita analisa bersama terhadap Comara, ternyata dimungkinkan untuk diajukan Restorative Justice atau penghentian penuntutan,” jelasnya.

Comara tersangka pencurian HP untuk anaknya belajar daring dibebaskan dari tuntutan hukuman dengan alasan kemanusiaan. (Sumber: Istimewa)

Baca juga: Terbukti Jual Beli Vaksin, Pengusaha Properti Divonis 20 Bulan Penjara

Ini Alasan Kejari Bebaskan Tuntutan Hukuman

Neva menjelaskan, alasan pihaknya bebaskan tuntutan karena Comara karena memenuhi syarat. Apalagi, buruh ternak ayam itu terpaksa melakukan pencurian. Kejari Garut memberikan HP untuk Comara.

“Kalau persyaratan Restorative Justice ini, selain yang bersangkutan baru pertama kali melakukan kejahatan ini. Kemudian nilai kerugian kurang lebih dibawa Rp2,5 juta. Dan yang pasti, HP-nya juga belum digunakan Comara, tapi dikembalikan langsung kepada korban,” jelas Neva.

Sedangkan Comara mengaku bersyukur atas keputusan ini. Ia pun mengaku berterima kasih kepada kejaksaan dan hakim.

“Saya senang sekali. Masih ada keadilan dari jaksa dan hakim. Terima kasih banyak saya sudah dibebaskan. Saya mendapatkan keadilan dari jaksa dan hakim,” pungkasnya.

Berita Populer