Connect with us

Ekonomi

Akibat Covid-19, Wisata Danau Siombak Medan Pangkas 80 Persen Karyawan

“Terasa kali menurunnya di tengah kondisi seperti ini. Kita jadinya disini hanya mengharapkan orang yang boking tempat aja. Kalau mengharapkan pengunjung ya gak cukup,”

Diterbitkan

on

Wisata Danau Siombak Medan (suara pakar)
Taman Wisata Danau Siombak (Foto: M Ilham Pradilla/Suara Pakar)

Suarapakar.com – Taman Wisata Danau Siombak yang berada Jalan Pasar Nippon, Kelurahan Paya pasir, Medan Marelan, mengalami penurunan pengunjung selama Pandemi Covid 19. Hal itu berakibat pada pemangkasan karyawan hingga 80 persen.

Pengelola Taman Wisata Danau Siombak, Tatok (50) mengaku bahwa pihaknya sangat mengeluhkan keadaan pandemi Covid-19 saat ini. Menurutnya, pandemi ini semakin hari tak kunjung usai

“Terasa kali menurunnya di tengah kondisi seperti ini. Kita jadinya disini hanya mengharapkan orang yang boking tempat aja. Kalau mengharapkan pengunjung ya gak cukup,” ujar tatok saat dikonfirmasi tim Suara Pakar, Sabtu (10/7/2021).

Saat awal pandemi Covid 19, disebutkan Tatok, Wisata Danau Siombak sempat ditutup selama dua bulan. Hal itu karena mendapat instruksi dari pemerintah pusat.

Setelah dua bulan, Taman Wisata Danau Siombak kembali dibuka. Namun karena susahnya mendapat penghasilan di tengah pandemi, pihak perusahaan terpaksa mengurangi para karyawan.

“Dua bulan sempat tutup wisatanya awal pandemi Covid 19 ini. Dan karyawan kita pun drastis pengurangan bang dari 15 sekarang kami tinggal 4 orang,” ungkapnya.

“Merangkaplah kerja jadinya. Kita jadi kerja lebih ekstrak,” lanjutnya.

Sebelum adanya virus Covid-19, ungkap Tatok, pendapatan Wisata Danau Siombak terbilang lumayan. Pada saat itu, taman wisata tersebut sedang melakukan renovasi untuk bisa menarik minat banyak pengunjung.

“Harga tiket masuk kita Rp10 ribu udah dapat minum. Kalau hari biasa per-harinya sebelum pandemi pendapat kita itu mencapai satu jutaan keatas. Kalau hari libur itu mencapai Rp3-6 jutaan perhari,” ujarnya.

“Jika di bandingkan saat korona ini per-harinya aja kita sudah kadang ada yang datang palingan sekitar 5-10 orang kadang gak ada sama sekali, begitupun hari libur,” lanjutnya.

Baca juga: Warga Keluhkan Kondisi Jalan di Marelan Mirip Kubangan Kerbau

Taman Wisata Danau Siombak Medan Berharap Pandemi Cepat Berakhir

Dengan adanya kondisi Covid 19 seperti ini, saat ini pihaknya hanya bisa mengharapkan boking tempat dari pengunjung untuk rapat kerja, seminar dan sejenisnya.

“Kita mengharapkan instansi yang gunakan lokasi kita aja. Namun, tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19 agar terhindar dari penyebaran virus Covid-19,” harapnya.

Tatok pun berharap, dengan keadaan seperti ini semoga pemerintah kota maupun pusat agar segera dapat menyelesaikan persoalan pandemi. Agar dapat memulihkan perekonomian di bidang pariwisata, UMKM dan lainnya.

Diketahui, Taman Wisata Danau Siombak adalah danau buatan bekas penggalian tanah timbunan pada sekitar tahun 1980. Pada awalnya digunakan untuk mengerjakan proyek pembangunan jalan tol Belawan–Medan-Tanjung Morawa (BELMERA).

Pembangunan jalan tol ini kemudian diresmikan sekitar tahun 2006. Danau ini sendiri memiliki luas sekitar 40 hektar dan diameter 1000 meter dengan kedalaman mencapai 15 meter

Reporter: Mhd Ilham Pradilla

GRANPRIZE

Berita Populer