Connect with us

Raket

Akan Debut di Olimpiade Tokyo, Apriyani: Saya Merasa Lebih Siap

“So far, so good. Saya merasa lebih siap, insya Allah, secara mental. Yang penting buat saya menyiapkan mental, karena ini pertandingan yang sangat penting buat saya. Persiapannya bisa dibilang sudah hampir 80 persen,”

Diterbitkan

on

Debut di Olimpiade Tokyo (suara pakar)
Pebulutangkis ganda putri, Apriyani Rahayu/Greysia Polii. (Sumber: Getty Images)

Suarapakar.com – Pemain ganda putri Apriyani Rahayu masih tak menyangka perjalanan kariernya menuju Olimpiade berjalan dengan cepat. Bersama Greysia Polii, Apriyani akan turun mewakili Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020.

Berbagai persiapan, baik fisik maupun mental, telah ia lakukan jelang pertandingan yang akan berlangsung 27 hari lagi itu. Apriyani mengatakan kini semakin siap dan percaya diri untuk menampilkan permainan terbaik.

“So far, so good. Saya merasa lebih siap, insya Allah, secara mental. Yang penting buat saya menyiapkan mental, karena ini pertandingan yang sangat penting buat saya. Persiapannya bisa dibilang sudah hampir 80 persen,” ungkap Apriyani dikutip dari Bolalob, Sabtu (26/6/2021).

“Saat ini saya pokoknya mau fokus sama diri sendiri dulu. Apapun menu latihan yang dikasih pelatih, saya telan semua. Mau secapek apapun, saya nggak mau menyesal karena persiapannya yang kurang. Kalau sudah maksimal persiapannya, di lapangan bisa lebih yakin lagi,” lanjut Apriyani.

Atlet asal Sulawesi Tenggara itu juga mengaku fokus kepada motivasinya untuk tampil baik dan akan berusaha mati-matian di lapangan.

“Motivasi saya itu ingin membanggakan orangtua, keluarga, pelatih dan partner, mau membanggakan orang banyak lah. Jadi saya pasti ingin tampil baik di Jepang nanti,” ujar Apriyani

“Tapi saya mau berprestasi bukan karena tuntutan orang, tapi memang karena saya mau menang. Yang pasti saya akan berusaha mati-matian nanti,” tutupnya.

Baca Juga: Menangi Banyak Turnamen, Kento Momota Yakin Bawa Pulang Emas Olimpiade

Sepak Terjang Ganda Putri Indonesia di Olimpiade

Sejak cabang olahraga badminton dimainkan pada Olimpiade Barcelona 1992, hampir semua sektor sudah berhasil meraih medali emas, perak dan perunggu untuk Indonesia. Hanya ganda putri yang masih belum mampu unjuk gigi di level ini.

Pada tahun 1992, wakil Indonesia, Finarsih/Lili Tampi hanya bisa melangkah hingga babak perempat final. Mereka kalah dari Gil Young Ah/Shim Eun Jung (Korea) 8-15, 3-15.

Di olimpiade berikutnya, podium tertinggi direbut oleh pasangan dari negara China Tiongkok. Pasangan Ge Fei/Gu Jun berhasil memperoleh emas dari Olimpiade Atlanta 1996 hingga Olimpiade Sidney 2000.

Dominasi ganda putri China terus berlangsung hingga dua belas tahun berikutnya. Secara berturut-turut, di Olimpiade Athena 2004, Olimpiade Beijing 2008 dan Olimpiade London 2012, medali emas diamankan oleh Zhang Jiewen/Yang Wei dan Du Jing/Yu Yang dan Tian Qing/Zhao Yunlei.

Sedangkan, tim Indonesia harus menghadapi mimpi buruk di Olimpiade saat itu. Sebab pasangan Greysia Polii/Meliana Jauhari harus didiskualifikasi karena dinilai telah melakukan tindakan yang tidak sportif.

Terakhir di Olimpiade Rio 2016, Greysia kembali berhasil ambil bagian dengan berpasangan dengan Nitya Krishinda Maheswari. Sayang mereka belum berhasil membawa pulang medali setelah gugur di delapan besar.

Kini tantangan besar akan dihadapi oleh satu-satunya wakil ganda putri yang lolos, Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Greysia/Apriyani lolos kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020 di posisi ketujuh.

Melihat kekuatan di atas kertas, langkah keduanya dipastikan tidak akan mulus. Hal itu karena memiliki pesaing kuat dari Jepang, China dan Korea.

Namun, tidak mulus bukan berarti tidak mungkin. Duet Greysia/Apriyani yang solid tentu menjadi kekuatan yang juga akan ditakuti lawan.

Kini, kita akan sama-sama menanti, apakah Greysia/Apriyani mampu menunjukkan sepak terjangnya dan berhasil merebut medali pertama ganda putri untuk Indonesia?

GRANPRIZE

Berita Populer