Connect with us

Asia

Flu Babi Afrika Terdeteksi, Hong Kong Musnahkan 3.000 Ekor Babi

Sedangkan di Indonesia, pemerintah telah mengantisipasinya, dengan melakukan surveilans atau pengamatan.

Diterbitkan

on

flu babi
Ilustrasi peternakan babi. (Foto: iStockphoto/chayakorn lotongkum)

Suarapakar.com– Pemerintah Hong Kong memerintahkan untuk memusnahkan 3.000 ekor babi, setelah mendeteksi adanya flu babi Afrika atau African Swine Fever Flu di Hong Kong.

Pemusnahan 3.000 babi itu berada di kawasan peternakan, pedesaan Yuen Long Utara, dekat perbatasan China. Melansir dari Reuters, Hong Kong memiliki sekitar 43 peternakan dan sekitar 15 persen pasokannya merupakan pasokan babi hidup. Departemen Pertanian dan Perikanan Hong Kong telah mengawasi dan menyelidiki wabah tersebut.

Untungnya, sejauh ini wabah flu babi itu hanya terdapat di satu peternakan itu. Namun, wabah tersebut pernah ada di Hong Kong 2019 lalu dari babi yang berasal dari China. Saat itu, 10.000 ekor babi terkena wabah tersebut.

Saat itu, Pemerintah Hong Kong sempat kewalahan. Kapok akan hal tersebut, Pemerintah Hong Kong membuat antisipasi dini, agar kejadian yang sama tak terulang lagi.

“Anggota masyarakat tidak perlu khawatir,” kata Departemen Pertanian dan Perikanan dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Pendemo Anti Kudeta Myanmar Tertembak di Kepala, AS Mengutuknya

Flu Babi Afrika Juga Serang Korea Selatan Maret 2020, Indonesia Antisipasi

Selain China, flu babi Afrika juga pernah menyerang Korea Selatan. Sebanyak 325 babi hutan terinfeksi, Maret 2020 lalu.

Untuk mengantisipasinya, pihak berwenang setempat memusnahkan sekitar 400.000 babi.

“Berbeda dari penyakit hewan lainnya, seperti penyakit kaki dan mulut yang bisa menular lewat udara. Demam babi Afrika menyebar melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi atau sisa-sisa mereka,” tulis Korea Herald .

Sedangkan di Indonesia, pemerintah telah mengantisipasinya, dengan melakukan surveilans atau pengamatan yang terus-menerus dilakukan terhadap suatu wabah.

“Surveilans kita masih jalan untuk memantau kemungkinan mengenai hal itu. Untuk mendeteksi kemungkinan kasus pada orang atau petugas, pekerja yang bekerja di peternakan (peternakan babi). Itu sebenarnya ranahnya Kementerian Pertanian (Kementan),” jelas Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes Siti Nadia Tarmizi, mengutip dari Antara.

Berita Populer