Misteri Wuling Aira EV: Kemunculan di PDKI Membuka Spekulasi Penerus Air ev
Suarapakar.com – 27 Juni 2026 | Jakarta – Kehebohan melanda dunia otomotif Tanah Air pekan lalu ketika sebuah unit city car EV terbaru dari Wuling terpampang di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta Barat. Mobil listrik mungil yang kerap disebut sebagai Wuling Mini EV ini sontak mengundang rasa penasaran publik dan awak media. Terlebih lagi, berembus kabar bahwa Wuling Motors telah mendaftarkan nama Wuling Aira EV dan tertera dalam dokumen Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI). Pertanyaan besar pun mengemuka: apakah ini dia mobil yang dimaksud, Wuling Aira EV atau Mini EV, yang akan menjadi penerus dari Wuling Air ev?
Kemunculan nama Wuling Aira EV di ranah pendaftaran kekayaan intelektual memang memicu berbagai prediksi dan dugaan kuat. Banyak yang meyakini bahwa Wuling Aira EV bakal menjadi generasi penerus bagi Wuling Air ev, model mobil listrik yang telah sukses merebut hati pasar Indonesia selama beberapa tahun terakhir. Popularitas Wuling Air ev di pasar mobil listrik Tanah Air memang tidak bisa dipandang sebelah mata, bahkan menjadi salah satu penopang utama penjualan Wuling Motors di segmen ini.
Jejak Pendaftaran Wuling Aira EV di PDKI
Berdasarkan penelusuran pada laman PDKI, nama Wuling Aira EV terdaftar oleh SAIC GM Wuling Automobile Co., Ltd. pada tanggal 8 April 2026. Tanggal pendaftaran yang relatif baru ini semakin memperkuat dugaan bahwa Wuling sedang mempersiapkan sebuah model baru yang serius untuk pasar global, termasuk Indonesia. Pendaftaran nama dagang seperti ini merupakan tahapan awal yang krusial dan seringkali menjadi petunjuk jelas jelang peluncuran sebuah produk baru ke publik.
Also Read
Menariknya, merujuk pada referensi yang ada, Wuling Mini EV yang beredar di pasar domestik China ternyata menggunakan label Wuling Hongguang Mini EV generasi II. Sementara itu, model Wuling Hongguang Mini EV generasi I yang hingga kini masih diproduksi dan dipasarkan di China memiliki kekerabatan yang sangat erat dengan Wuling Air ev yang kita kenal di Indonesia.
Perbandingan Rancangan dan Dimensi: Air ev vs. Mini EV (Aira)
Jika ditilik dari rancang bangunnya, Wuling Air ev yang dipasarkan di China memiliki kode nomenklatur E50. Mobil ini berbasis pada platform SGMW Global Small Electric Vehicle (GSEV), sebuah platform yang memang dirancang khusus untuk mobil listrik berukuran kecil dan juga digunakan oleh model Baojun serta Macaron. Sementara itu, untuk model Mini EV, kode nomenklaturnya adalah E110C dan menggunakan platform Tianyu S Architecture.
Meskipun sekilas memiliki bentuk yang hampir mirip, ternyata terdapat sejumlah perbedaan yang cukup signifikan antara Wuling Air ev dan Wuling Mini EV (yang diduga adalah Wuling Aira EV). Perbedaan yang paling kasat mata adalah jumlah pintu. Wuling Mini EV hadir dengan konfigurasi lima pintu, berbeda dengan Wuling Air ev yang hanya memiliki tiga pintu.
Berdasarkan data dimensi yang tertera pada situs resmi Wuling Motors di China, terdapat selisih yang cukup jelas antara kedua model tersebut:
- Wuling Air ev: Panjang 2.974 mm, Lebar 1.506 mm, Tinggi 1.631 mm, dengan wheelbase 2.010 mm.
- Wuling Mini EV (Aira): Panjang 3.268 mm, Lebar 1.520 mm, Tinggi 1.575 mm, dengan wheelbase 2.190 mm.
Dari perbandingan ini, terlihat bahwa Wuling Mini EV (Aira) memiliki dimensi yang sedikit lebih panjang namun lebih rendah dibandingkan Wuling Air ev.
Performa dan Baterai: Tetap Kompetitif?
Sektor performa menjadi salah satu aspek yang menarik untuk dibahas. Berdasarkan informasi yang ada, tidak ada perbedaan signifikan antara kedua model ini dalam hal performa. Wuling Air ev yang dipasarkan di Indonesia dibekali motor listrik tunggal penggerak roda belakang (RWD) dengan output daya sebesar 30 kW (setara 40 hp) dan torsi puncak 110 Nm. Performa yang ditawarkan Wuling Hongguang Mini EV di China diklaim setara dengan Wuling Air ev.
Untuk urusan baterai, Wuling Air ev hadir dalam beberapa pilihan. Versi Lite 200 dibekali baterai berkapasitas 17,3 kWh yang mampu menghasilkan jarak tempuh hingga 200 km. Sementara itu, varian Standard dan Long Range menggunakan baterai berkapasitas 26,7 kWh dengan klaim jarak tempuh mencapai 300 km.
Meskipun kapasitas daya baterai Wuling Hongguang Mini EV yang dipasarkan di China tidak disebutkan secara rinci, namun tersedia dua opsi jarak jelajah yang ditawarkan, yaitu 205 km dan 301 km. Angka ini menunjukkan bahwa performa baterai dan jarak tempuh Wuling Mini EV (Aira) sangat bersaing dan tidak kalah jauh dari Wuling Air ev.
Pemesanan Dibuka, Nama Resmi Masih Misteri
Yang semakin membuat antusiasme publik memuncak adalah fakta bahwa konsumen sudah bisa melakukan pemesanan Wuling Mini EV melalui mekanisme pre-booking atau inden, meskipun mobil ini belum diluncurkan secara resmi di Indonesia. Hal ini tentu saja menimbulkan pertanyaan kembali mengenai nama yang akan digunakan: apakah tetap Wuling Mini EV atau akan mengadopsi nama Wuling Aira EV?
Kita nantikan saja pengumuman resmi dari Wuling Motors mengenai peluncuran model terbaru ini. Mengingat proses pendaftaran di PDKI dan dibukanya fase inden, kemungkinan besar peluncuran resminya di Indonesia tidak akan memakan waktu lama lagi. Kehadiran Wuling Aira EV, jika memang benar demikian namanya, diprediksi akan semakin meramaikan pasar mobil listrik tanah air dan memberikan pilihan yang lebih beragam bagi konsumen yang mencari kendaraan ramah lingkungan.




