Suarapakar.com – 14 Juni 2026 | Kabar kurang menyenangkan datang bagi para pengguna bahan bakar minyak (BBM) non subsidi di Indonesia. Mulai 10 Juni 2026, PT Pertamina Patra Niaga secara resmi mengumumkan penyesuaian harga sejumlah produk BBM non subsidi. Lonjakan paling signifikan terjadi pada Pertamax dan Pertamax Green 95, membuat Harga Pertamax dan Pertamax Green Naik Drastis, memaksa konsumen untuk merogoh kocek lebih dalam saat mengisi bahan bakar kendaraan. Kenaikan kali ini tercatat sebagai salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan informasi resmi yang dirilis Pertamina Patra Niaga, harga Pertamax dengan angka oktan 92 kini dibanderol seharga Rp16.250 per liter. Angka ini merupakan kenaikan drastis dari harga sebelumnya yang hanya Rp12.300 per liter, yang berarti terjadi lonjakan sebesar Rp3.950 per liter. Sementara itu, Pertamax Green 95, produk yang diklaim lebih ramah lingkungan, mengalami kenaikan yang lebih tinggi lagi. BBM jenis ini kini dijual seharga Rp17.000 per liter, melonjak dari harga sebelumnya Rp12.900 per liter, atau mengalami kenaikan sebesar Rp4.100 per liter. Penting untuk dicatat bahwa penyesuaian harga ini hanya berlaku untuk BBM non subsidi. Pemerintah memastikan bahwa harga BBM bersubsidi seperti Pertalite tetap stabil di angka Rp10.000 per liter, dan Biosolar juga tidak mengalami perubahan, tetap dipasarkan dengan harga Rp6.800 per liter.
Penyesuaian Harga Mengikuti Formula Pemerintah
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa perubahan harga ini merupakan hasil dari evaluasi berkala yang dilakukan secara cermat. Proses ini juga melibatkan koordinasi intensif dengan pemerintah selaku regulator. Penyesuaian harga BBM non subsidi mengacu pada formula harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Berbagai faktor menjadi pertimbangan utama, termasuk perkembangan harga minyak mentah dunia yang fluktuatif dan kondisi pasar energi global yang dinamis. Menurutnya, langkah ini krusial untuk menjaga keberlanjutan pasokan energi nasional. Selain itu, memastikan distribusi BBM berkualitas tetap optimal ke seluruh penjuru Indonesia juga menjadi prioritas.
Also Read
Di tengah kenaikan tajam pada Pertamax dan Pertamax Green, menariknya beberapa produk BBM non subsidi lainnya justru mempertahankan harga lama. Pertamax Turbo masih dijual dengan harga Rp20.750 per liter, Dexlite tetap Rp23.000 per liter, dan Pertamina Dex berada di angka Rp24.800 per liter. Sebelumnya, pada Mei 2026, Pertamina juga telah melakukan penyesuaian harga untuk Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Kenaikan harga pada periode tersebut dipicu oleh meningkatnya biaya pengadaan bahan bakar akibat tekanan pasar energi global.
Faktor Utama Kenaikan: Minyak Dunia dan Rupiah
Para pengamat energi menilai lonjakan harga BBM non subsidi ini tidak dapat dipisahkan dari beberapa faktor eksternal yang signifikan. Salah satunya adalah kenaikan harga minyak mentah dunia yang terus merangkak naik, sebagian besar dipicu oleh ketegangan geopolitik yang masih membayangi kawasan Teluk Persia. Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga turut berkontribusi dalam meningkatkan biaya impor bahan baku energi. Mengingat sebagian besar kebutuhan komponen bahan bakar nasional masih sangat bergantung pada pasar internasional, fluktuasi harga global secara langsung berdampak pada harga jual BBM di dalam negeri. Kombinasi kedua faktor ini menjadi alasan utama mengapa penyesuaian Harga Pertamax dan Pertamax Green Naik Drastis sulit untuk dihindari.
Meskipun harga mengalami kenaikan yang cukup tajam, Pertamina memberikan jaminan bahwa ketersediaan seluruh jenis BBM tetap terjaga. Jaringan SPBU di seluruh Indonesia dipastikan akan terus melayani masyarakat. Pasokan untuk Pertamax, Pertamax Green, Pertalite, Biosolar, hingga produk diesel non subsidi lainnya dilaporkan berada dalam kondisi aman. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir terkait distribusi maupun stok bahan bakar.
Potensi kenaikan harga BBM non subsidi dalam waktu dekat masih terbuka lebar. Apabila tren kenaikan harga minyak mentah dunia terus berlanjut dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS belum menunjukkan penguatan yang signifikan, bukan tidak mungkin penyesuaian harga kembali akan dilakukan. Sebaliknya, jika kondisi geopolitik global mulai mereda dan harga minyak dunia bergerak turun, peluang stabilisasi bahkan penurunan harga BBM non subsidi juga sangat mungkin terjadi. Oleh karena itu, masyarakat, termasuk para pelaku industri otomotif, perlu terus mencermati perkembangan pasar energi global dalam beberapa bulan ke depan untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan lebih lanjut. Sekali lagi, Harga Pertamax dan Pertamax Green Naik Drastis menjadi perhatian utama.
Daftar Harga BBM Pertamina Berlaku Mulai 10 Juni 2026
- BBM Subsidi
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Biosolar: Rp6.800 per liter
- BBM Non Subsidi
- Pertamax: Rp16.250 per liter (sebelumnya Rp12.300)
- Pertamax Green 95: Rp17.000 per liter (sebelumnya Rp12.900)
- Pertamax Turbo: Rp20.750 per liter
- Dexlite: Rp23.000 per liter
- Pertamina Dex: Rp24.800 per liter




